HUT Sekolah Jadi Ajang Temu Kangen

  • Bagikan

SEMARANG – Ratusan alumni Sekolah Long Hua THHK Semarang yang tergabung dalam perkumpulam Alumni Tunas Harum Harapan Kita (THHK), Minggu (16/4)  menggelar ulang tahun sekolah yang ke-113. Peringatan HUT tersebut dimanfaatkan para alumni sekolah zaman Belanda yang dulu berlokasi di Jalan Plampitan dan Jalan Gang Tengah untuk temu kangen.

”Alumni THHK kini sudah berusia 60 sampai 70 tahun. Dan ajang ini sebagai pertemuan untuk kembali mempererat persaudaraan yang sudah lama terjalin,” ungkap Ketua Umum Yayasan THHK Edi Buntoro pada acara yang digelar di Jalan Gang Tengah 73, kawasan Pecinan, Semarang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh guru sekolah THHK. Meski guru-guru sudah berusia 80 tahun, tetapi sebagian besar masih tampak segar dan sehat. Bahkan mereka juga ikut bernyanyi dan menari saat acara berlangsung.

Acara HUT THHK diisi dengan berbagai tarian yang dibawakan oleh para alumni. Tak hanya tarian khas Mandarin, para alumni baik pria maupun wanita juga membawakan tarian nasional seperti tarian khas Papua dan tari khas Dayak. ”Dengan penampilan ini menunjukkan bahwa kami sangat mendukung keberagaman dan cinta tanah air Indonesia,” ungkap Edi.

Kini alumni sekolah tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan tak sedikit yang hidup di luar negeri. Dan sebagian besar menjadi pengusaha yang sukses di masing-masing kotanya.

Tetapi di event ini, mereka membaur menjadi satu tanpa memandang status sosial masing-masing. ”Kami ini teman sejak SD sampai SMA dan ini merupakan kesempatan yang langka karena bisa bertemu sahabat-sahabat masa kecil,” ungkap salah satu alumni, Maria, 73 yang kini tinggal di Surabaya.

Selain kebahagiaan yang dirasakan oleh alumni, mantan guru THHK juga tampak bangga menyaksikan para muridnya bisa berkumpul kembali. Mereka juga mendapat tali asih dari Dewan Pembina THHK Sindu Dharmali.

THHK adalah satu-satunya sekolah Tionghoa di Semarang yang berdiri pada 1904 atau masa penjajahan Belanda. Sekolah yang terdiri atas TK, SD, SMP, dan SMA, ditutup pemerintah pada 1966, menyusul gejolak politik saat itu. (hid/sct/ric/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *