Mengintip Pembangunan “Kampung Pelangi” Wonosari, Randusari

Didukung 2 Pabrik Cat, Poles 290 Rumah

1044
TERJUN LANGSUNG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengecat rumah warga Kampung Wonosari, kemarin.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJUN LANGSUNG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengecat rumah warga Kampung Wonosari, kemarin.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemkot Semarang akan menyulap Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan sebagai Kampung Pelangi. Branding baru wilayah yang dikenal sebagai Kampung Brintik ini dimulai Sabtu (15/4) kemarin.

M HARIYANTO

KAMPUNG Pelangi memang bukan yang pertama di negeri ini. Sejumlah kota sudah membangun kampung warna-warni ini. Sebut saja Kampung Jodipan di Kota Malang, Kampung Warna-Warni Sungai Kalilo di Banyuwangi, serta Kampung Pelangi Kelurahan Sindulang di Kota Manado. Umumnya kampung yang dipoles itu awalnya adalah kampung padat penduduk, kumuh, serta berada di lokasi perbukitan.

Hal itu juga dilakukan Pemkot Semarang yang memilih Kampung Wonosari, yang kebetulan wilayahnya di lereng perbukitan. Wilayah tidak jauh dari kompleks pemakaman Bergota dan persis di belakang deretan kios bunga Kalisari itu sejak kemarin mulai dipoles. Bangunan rumah, pagar, jembatan dan fasilitas umum yang ada di wilayah RW III dan IV dicat warna-warni.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terjun langsung dalam pengecatan. Selain melibatkan warga, perangkat kelurahan dan kecamatan, pengecatan masal juga diikuti para muspida, relawan, serta anggota TNI dan Polri. “Diperkirakan ada 290 rumah di Wonosari ini yang akan dicat. Targetnya dua bulan, semua rumah sudah dicat rapi dengan warna-warni pelangi,” ujar Hendrar Prihadi saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, Sabtu (15/4).

Dia menjelaskan, kegiatan positif itu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kampung lainnya di Kota Semarang. Sebab, Kampung Pelangi ini nantinya bisa menjadi ikon kota, dan objek wisata baru di Kota Semarang. “Kalau ini terwujud, nanti kampung ini akan menjadi ikon kota. Bisa juga nantinya akan dikonsep kampung tematik yang tidak kumuh, kampung yang nyaman, dan menarik,” katanya.

Diakui Hendi, sapaan akrabnya, pembangunan Kampung Pelangi tersebut mendapat support  penuh dari dua pabrik cat dan lembaga perbankan. “Bisa jadi ini akan dilakukan di kampung lain,” tambahnya.

Ketua RW IV, Fajar Nugroho, mengaku senang wilayahnya dipoles menjadi Kampung Pelangi. Dengan begitu, Kampung Wonosari akan lebih tertata rapi, dan akan semakin dikenal.  “Kampung Pelangi ini bisa menjadi kampung wisata,” katanya

Dikatakan, untuk mewujudkan Kampung Wonosari menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang, pihaknya bersama warga telah rutin melakukan bersih-bersih kampung secara serentak dan bergiliran setiap RT. Di Kampung Wonosari RW IV, terdapat kurang lebih 1.300 jiwa mulai dari anak kecil hingga orangtua. “Jumlah warga dari 9 RT ada 1.300 jiwa. Kalau yang dicat di sini kebagian 80 rumah. Sisanya di RW III,” ujarnya.

Menurut Fajar, Kampung Wonosari pantas menjadi objek wisata. Karena berdekatan dengan Pasar Bunga Kalisari. Di pasar tersebut juga dilengkapi pusat kuliner seperti halnya di kawasan Pekunden. Sesuai rencana, pusat kuliner berada di samping Pasar Bunga atau persisnya di depan Lapangan Garnisun Kalisari.  Sungai Bendungan di belakang Pasar Bunga juga akan dibersihkan. Sungai ini mengalir menuju Sungai Banjir Kanal Barat. “Sehingga kampung kami cocok buat lokasi wisata. Nanti para wisatawan bisa foto selfie dengan latar belakang Kampung Pelangi,” terangnya. (*/aro)

Tinggalkan Komentar: