33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Ganti Speed Gear, Tarikan Kencang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Toyota Corolla DX kini menjadi buruan para modifikator dan pencinta mobil tua. Pasalnya mobil ini memiliki bentuk yang minimalis dengan gaya retro klasik yang kental. Seperti Toyota Corolla DX seri GT keluaran tahun 1982 milik Budi Suminarto ini. Dia enggan melepas mobil kesayangannya karena dianggap sebagai mobil istimewa.

Pria yang juga owner bengkel Plat H Auto Station Semarang ini sengaja mempertahankan orisinalitas mobil miliknya dari segi eksterior. Ada beberapa part tambahan yang sengaja ditanamkan seperti talang air berwarna chrome karena menjadikan mobil miliknya berbeda dengan yang lainnya.

“Kalau warna aslinya memang putih. Sengaja dipertahankan dengan menyiram cat agar tampak lebih kinclong,” kata Budi, kepada Jawa Pos Radar Semarang. Budi menjelaskan, kategori mobil retro sendiri adalah mobil keluaran tahun 1980 an. Khusus mobil miliknya, memiliki karakteristik yang unik asli dari pabrikan. Yakni menggunakan spion tanduk, lampu bulat serta velg yang cenderung sederhana.

“Spion tanduknya masih orisinal, memang tempatnya disamping kap mesin, bukan di pintu seperti mobil pada umumnya. Selain itu lampunya berbentuk bulat dan itulah yang menjadi karakteristik mobil ini dari sisi eksterior,” jelasnya.

Karena mobil sudah cenderung tua, lanjut Budi, harus ada penggantian part pada kaki-kaki  agar tetap nyaman digunakan harian sehingga tidak mengalami masalah di jalan. Salah satu part yang wajib diganti adalah tie rod. “ Beberapa part harus ada peremajaan, utamanya bagian kaki seperti tie rod dan shockbreaker,” tuturnya.

Mobil miliknya, menggunakan velg Watanabe dibungkus ban ATR dengan tapak lebar, diakui sudah sangat nyaman untuk berkendara harian ataupun touring. Lanjut ke bagian dapur pacu, Budi masih menggunakan mesin standar dengan kapasitas mesin 1.300 cc. Pada bagian ini, ia mengganti speed gear transmisi agar mobil memiliki nafas yang lebih panjang. “Sebelumnya hanya 4 speed, punya saya diganti menjadi 5 speed dengan mengganti gear transmisi. Selain itu pada gas buang atau knalpot menggunakan perbandingan 4-1, sementara aslinya 4-2-1,” ungkapnya.

Beralih ke bagian interior, perlakuan yang sama dilakukan yakni peremajaan. Namun konsep yang diusung tetap orisinal dengan dibungkus cover jok kulit merek MB Tech berwarna coklat agar kesan retro tetap kental. Pada bagian kemudi, setir asli diganti dengan setir bergaya balap dengan merek Momo dengan warna senada.

“Tipe DX sendiri memiliki dua varian interior yakni jenis beludru dan kulit, agar sama seperti aslinya saya ganti dengan jok bermaterikan kulit di depan, belakang, samping berwarna coklat,” bebernya.

Dari segi perawatan, mobil tua ternyata tidak seribet yang dibayangkan banyak orang. Hal yang paling penting tentu untuk melakukan pengecekan secara berkala mulai dari oli mesin dan piranti lainnya. Mobil ini pun hanya perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor. “Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakal, spare part pun mudah ditemukan kalau ada kerusakan berat,” tutupnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Maju Pilkada Harus Siap Tekor

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Temanggung menggelar apel sinergitas tanpa batas di halaman Gedung Pemuda Temanggung, Senin (19/2) pagi. Apel...

83.212 Warga Tak Bisa Mencoblos

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 83.212 jiwa warga Kota Semarang belum melakukan rekam data KTP elektronik (E-KTP) di Dispendukcapil yang tersebar di 16 kecamatan se-...

Jagongan Menunya Singkong

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Kodim 0707/Wonosobo menyelenggarakan hiburan untuk masyarkat melalui acara Wedangan Rakyat Bersama TNI pada malam pergantian tahun. Kegiatan dipusatkan di halaman Makodim....

Karaoke Wajib Tutup

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah tegas demi menjaga kondusivitas bulan Ramadan yang tak lama lagi tiba. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja...

Sehari, Dua Truk Trailer Terguling

SEMARANG – Dua truk trailer terguling di dua tempat berbeda di Kota Semarang, Senin (6/3). Meski tak ada korban jiwa, tergulingnya dua truk kelebihan...

Tradisi Nikahi Tetangga, Olah MCK Jadi Biogas

RADARSEMARANG.COM - Gang sempit yang terletak RT 5 RW 3 Jalah MT Haryono, Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah itu menyimpan sederet inspirasi. Sebuah kampung pengap...