33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Prosesi Jalan Salib, Disaksikan Ratusan Warga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Puluhan jemaat Gereja St Theresia Bongsari, Pamularsih, Kota Semarang melaksanakan prosesi penggambaran jalan salib di sekitar tempat ibadahnya, Jumat (14/4) kemarin. Para jemaat memperagakan Yesus Kristus dengan diarak menggendong salib, dicambuk dan disiksa hingga wafat. Prosesi jalan salib ini diikuti dan disaksikan ratusan jemaat gereja serta warga sekitar dalam rangka memperingati Hari Paskah atau disalibnya Yesus Kristus.

Pastor Kepala Paroki St Theresia Bongsari Semarang, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ menjelaskan bahwa pada peringatan Paskah pada Jumat Agung 2017 ini, bertema Pelopor Peradaban Kasih. ”Prosesi Jalan Salib ini memberikan pesan penyalipan Yesus yang bersedia menyerahkan dirinya untuk umat manusia,” katanya.

Melalui pesan-pesan penyalipan Yesus Kristus yang bersedia menjadi juru selamat itu, pihaknya berharap kebaikan bagi manusia. ”Kebaikan semakin relevan, mengingat akhir-akhir ini terjadi banyak tindak kekerasan baik fisik maupun perlakuan diskriminatif lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui peristiwa penyaliban Yesus Kristus atau yang lebih dikenal dengan upacara Jumat Agung, umat manusia khususnya yang beragama Katolik dapat menjadikan pendorong demi terwujudnya peradaban kasih secara nyata.

”Dengan ini, jemaat dapat mengambil pesan yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Sehingga tidak hanya dianggap sebagai sebuah ritual belaka, tetapi miskin pemaknaan,” harapnya.

Sementara itu, untuk keamanan peringatan Paskah, panitia telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Sebelumnya, Gereja Shanta Theresiana Bongsari Semarang telah melangsungkan berbagai peringatan antara lain Minggu Palma yaitu penghayatan terhadap Yesus saat memasuki Yerusalem dan disambut sebagai raja. Dilanjutkan dengan malam Kamis Putih dan ritual pembasuhan kaki sebagai bentuk teladan serta rendah hati Yesus Kristus. (mg30/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tahun Ini, Target Bangun 18 RTH Publik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan menambah 18 titik taman di tahun 2018 ini. Rencana ini merupakan bentuk komitmen pemkot untuk memenuhi kuota Ruang...

Pendampingan Intensif Selamatkan Nasib Koperasi

MAGELANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang mengantisipasi bertambahnya jumlah koperasi di Kota Magelang yang gulung tikar. Yakni dengan makin intensif melakukan...

Bangga Pakai Kebaya

BAGI Alifa Puspandini, sosok RA Kartini bukan sekadar pahlawan yang harus dikenang setiap 21 April. Baginya, Kartini adalah sosok panutan yang harus diteladani setiap...

Siswa SMP Dianiaya Anjal

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ferdy, siswa kelas 7 SMP Negeri 5 Salatiga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah anak jalanan, Selasa (2/1) lalu. Polres Salatiga...

Arsip Kongkoan Jadi Sumber Riwajat Semarang

RADARSEMARANG.COM - Setiap penelitian sejarah Kota Semarang, buku Riwajat Semarang : Dari Djamannja Sam Poo Sampe Terhapusnja Kong Koan tak bisa dilepaskan dari salah...

21 Hektare Gagal Panen

TEGAL-Sebanyak 21 hektare sawah di Kecamatan Tegal Barat dan Kecamatan Margadana mengalami puso atau gagal panen. Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKP3)...