Prosesi Jalan Salib, Disaksikan Ratusan Warga

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Puluhan jemaat Gereja St Theresia Bongsari, Pamularsih, Kota Semarang melaksanakan prosesi penggambaran jalan salib di sekitar tempat ibadahnya, Jumat (14/4) kemarin. Para jemaat memperagakan Yesus Kristus dengan diarak menggendong salib, dicambuk dan disiksa hingga wafat. Prosesi jalan salib ini diikuti dan disaksikan ratusan jemaat gereja serta warga sekitar dalam rangka memperingati Hari Paskah atau disalibnya Yesus Kristus.

Pastor Kepala Paroki St Theresia Bongsari Semarang, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ menjelaskan bahwa pada peringatan Paskah pada Jumat Agung 2017 ini, bertema Pelopor Peradaban Kasih. ”Prosesi Jalan Salib ini memberikan pesan penyalipan Yesus yang bersedia menyerahkan dirinya untuk umat manusia,” katanya.

Melalui pesan-pesan penyalipan Yesus Kristus yang bersedia menjadi juru selamat itu, pihaknya berharap kebaikan bagi manusia. ”Kebaikan semakin relevan, mengingat akhir-akhir ini terjadi banyak tindak kekerasan baik fisik maupun perlakuan diskriminatif lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui peristiwa penyaliban Yesus Kristus atau yang lebih dikenal dengan upacara Jumat Agung, umat manusia khususnya yang beragama Katolik dapat menjadikan pendorong demi terwujudnya peradaban kasih secara nyata.

”Dengan ini, jemaat dapat mengambil pesan yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Sehingga tidak hanya dianggap sebagai sebuah ritual belaka, tetapi miskin pemaknaan,” harapnya.

Sementara itu, untuk keamanan peringatan Paskah, panitia telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Sebelumnya, Gereja Shanta Theresiana Bongsari Semarang telah melangsungkan berbagai peringatan antara lain Minggu Palma yaitu penghayatan terhadap Yesus saat memasuki Yerusalem dan disambut sebagai raja. Dilanjutkan dengan malam Kamis Putih dan ritual pembasuhan kaki sebagai bentuk teladan serta rendah hati Yesus Kristus. (mg30/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -