33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pelajaran Berharga dari Persibat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Persibat Batang 1-0 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Moh Sarengat Batang, sore (14/4) kemarin.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Honi Makrufan di menit ke-80 melalui tembakan keras kaki kanannya. Hasil tersebut juga menandai kesuksesan Persibat untuk revans atas PSIS setelah dalam pertemuan pertama di Stadion Jatidiri lalu tim asuhan Lukas Tumbuan harus menyerah 3-0 atas PSIS.

Dalam laga uji coba kemarin tim berjuluk Mahesa Jenar tanpa diperkuat oleh dua pemain langganan starter. Yaitu gelandang M Yunus dan kiper Awan Setho lantaran masih cidera.
Di pos Yunus, head coach Subangkit menurunkan Saddam Sudarma Hendra untuk berduet dengan Ahmad Agung menjaga keseimbangan lini tengah. Selebihnya, Subangkit menurunkan 90 persen pemain langganan starter termasuk M Ridwan yang kemarin tampil penuh 2×45 menit.

Dengan komposisi tersebut tim Mahesa jenar sebenanrnya mampu menguasai jalanya pertandingan. Skema 4-2-3-1 yang diinginkan coach Subangkit mampu dijalankan Johan Yoga dkk dengan baik. Namun sayang, sejumlah peluang gagal dikonversikan menjadi gol sehingga kedudukan imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua PSIS mulai melakukan perubahan komposisi. M Ilham Arfil dimasukan menggantikan peran Saddam di lini kedua. Namun sayang masuknya pemain muda tersebut masih belum bisa mengangkat performa tim.

Sementara di kubu tim tamu juga tidak mau kalah. Sejumlah tenaga segar coba dimasukkan coach Lukas Tumbuan. Hasilnya gol yang ditunggu tuan rumah datang di menit ke-80. Tendangan keras Honi Makrufan dari luar kotak penalti gagal dibendung kiper Aji Bayu Putra dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Persibat.

Namun sayang, semenit setelah mencetak gol, Honi harus diusir keluar oleh wasit dengan dua kartu kuning setelah dianggap melakukan pelanggaran keras kepada pemain muda Mahesa Jenar, Albi Lanju.

Unggul jumlah pemain membuat tim PSIS semakin bersemangat membombardir pertahanan Persibat. Namun sayang Johan Yoga dkk tidak mampu mengubah keunggulan Persibat 1-0 hingga laga usai.

“Ini pelajaran yang baik bagi anak-anak. Dan meskipun kami kalah namun pemain mulai bisa mengerti mengenai taktik yang kami gunakan dengan menggunakan formasi yang berbeda. Itu yang paling penting,” beber Subangkit.

Laga lawan Persibat kemarin merupakan laga uji coba terakhir yang akan dilakoni PSIS sebelum turun di laga resmi Liga 2 yaitu away versus Persipur Sabtu (22/4). “Kinerja pemain belakang menjadi evaluasi utama kami bagaimana ketika kami ditekan. Dan lawan Persipur harus lebih baik,” pungkasnya. (bas/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hapus Corat-Coret di Bangunan Kota Lama

SEMARANG – Semakin banyak pihak yang peduli dengan keberadaan Kota Lama Semarang. Minggu (30/5), sejumlah mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama...

Jenderal Asal Garung

BRIGJEND TNI Dr Ahwan Ismadi S.Pd.I, SH, MH, L.LM, pulang kampung ke Garung, Kamis (7/9) kemarin. Kepulangan pria asli Garung yang pernah bersekolah di...

Polisi Antisipasi Gesekan Antarpendukung Calon

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan secara mendadak memeriksa seluruh kendaraan milik personel di Aspol Ganten, Selasa (16/1). Pemeriksaan ini...

Berambisi Masuk 10 Besar Asian Games

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi berambisi perolehan medali kontingen Indonesia naik di peringkat ke 10 dalam ajang Asian Games yang mulai dihelat...

Semangat Naik Kasta

SEMARANG – Siang kemarin tim PSIS Semarang berkesempatan untuk menghadiri jamuan makan siang oleh pembina klub yang juga mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip...

Solid, Jateng Tetap Kandang Banteng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PDI Perjuangan tak gentar dengan statemen lawan politik yang ingin mematahkan mitos Jateng adalah kandang banteng. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto...