33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Festival Dolanan Anak Cegah ‘Kepunahan’

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Majunya era teknologi saat ini menjadi salah satu penyebab punahnya permainan anak tradisional. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih usai membuka Festival Dolanan Anak di Museum Palagan Ambarawa, Kamis (13/4).

“Apalagi, di era modern seperti saat ini banyak anak-anak yang lebih suka bermain gadget ketimbang berkumpul dengan teman sebayanya. Hal itu bisa membuat anak menjadi kurang bersosialisasi,” ujar Dewi.

Festival Dolanan Anak tersebut diikuti 19 kelompok dari perwakilan Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Semarang. Pada festival tersebut, masing-masing kelompok menunjukkan kreativitasnya di depan para juri. “Kami ingin melestarikan warisan budaya, itu salah satu tujuan diadakannya Festival Dolanan Anak, ini,” katanya. Salah satu permainan anak tradisional yang dimainkan dalam festival tersebut antaralain cublak-cublak suweng.

Permainan anak tradisional, menurutnya, memiliki banyak nilai karakter dan moral yang positif. Seperti halnya toleransi, kedisiplinan, hingga tenggangrasa ada di dalam permainan anak tradisional. “Dan itu sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan anak,” terangnya.

Tidak hanya menyelenggarakan Festival Dolanan Anak, kemarin juga digelar napak tilas kesejarahan dengan melibatkan siswa dan pemateri yang paham sejarah. “Tahun ini, napak tilasnya Letkol Isdiman. Bagaimana beliau mempertahankan kemerdekaan kita kupas, sehingga anak-anak tahu sejarah,” terangnya.

Kasi Kesenian Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sri Dati menambahkan pada festival tersebut dewan juri fokus pada item penampilan. Selain itu juga menilai kekompakan dan kreativitas peserta yang mayoritas duduk di kelas II dan III SD tersebut. Hasilnya, juara I, II, dan III diraih perwakilan UPTD Pendidikan Kecamatan Ambarawa, Bergas, dan UPTD Pendidikan Kecamatan Tengaran.“Sedangkan juara favorit direbut perwakilan UPTD Kecamatan Tuntang,” katanya.

Ia berharap, permainan anak tradisional tidak punah dimakan zaman. “Jangan sampai punah atau terlupakan meskipun banyak permainan yang canggih,” katanya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudah Ada sejak 1960-an, Hanya Muncul saat Ramadan

RADARSEMARANG.COM - Saat ini, agaknya jarang ada anak muda yang tahu teng-tengan. Padahal zaman dulu, lampion ‘Jawa’ ini sangat terkenal. Terutama saat bulan Ramadan...

Telkomsel Berbagi dengan 10.000 Anak Yatim

SEMARANG–Telkomsel menggelar Roadshow Ramadhan dengan kegiatan buka puasa bersama dengan 10.000 anak yatim di beberapa wilayah Indonesia dengan semangat Saatnya Berbagi dalam Kebersamaan. Selain...

Berharap Terkumpul Sumbangan Besar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketua Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Dr KH Noor Ahmad MA berharap, konser amal yang akan...

Bupati akan Tuntut Pencemar Nama Baiknya

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Bupati Kendal Mirna Annisa mengancam akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik kepada kedua tersangka penipuan. Yakni Mugi Widodo dan Muhammad Sumaratono...

UNNES Jadi Destinasi Studi Mahasiswa Asing

SEMARANG – Kunjungan mahasiswa asing di Universitas Negeri Semarang (UNNES), mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari tahun lalu, hal tersebut dikarenakan banyaknya program  belajar...

Bupati Klaim Telah Jawab Rekomendasi Dewan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengklaim sudah menjawab surat rekomendasi dari DPRD. Surat rekomendasi tersebut terkait dengan maraknya pelanggaran Perda Perizinan. “Sewaktu ditanyakan di...