33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Alam Wonosobo yang sejuk dan lembab berpotensi untuk ditanami aneka jamur. Terutama untuk jamur tiram, kuping dan kancing. Melihat potensi itu, seorang instruktur pertanian dan transmigrasi Provinsi Jateng, Timotius Setiyawan, menyayangkan jika tidak dimanfaatkan masyarakat.

Ketiga jenis jamur tersebut mudah dikembangkan di alam seperti Wonosobo. Yakni masuk kategori dataran sedang-tinggi (lebih dari 700 mdpl). Bagi pelaku usaha jamur kategori pemula lebih disarankan untuk membudidaya jamur tiram.

“Terserah saja. Kalau mau budidaya jamur kuping atau kancing karena alasan harga jual lebih mahal, silakan. Cuma saran saya jamur tiram dulu,” ujar dia usai mengisi pelatihan budidaya jamur di Desa Tlogojati, Kamis (13/4).

Alasan tersebut ia lontarkan mengingat pasar jamur kuping dan kancing belum sebesar jamur tiram. Jamur kuping butuh diolah menjadi makanan siap saji baru dijual, sementara jamur kancing segmentasi pasarnya masih terlalu sempit, hotel dan restoran.

Mengenai jamur tiram, selain proses budidaya mudah, pasarnya luas. Budidaya jamur tiram juga tidak butuh biaya banyak. Terlebih, jika bag log-nya membuat sendiri, tidak membeli jadi.

Disampaikan, pelaku usaha umumnya terkendal pada modal untuk bag log. Jika bag log diproduksi sendiri potensi untungnya akan lebih besar. “Rata-rata satu bag log menghasilkan 6-7 ons atau 4-5 ons selama masa panen 4 bulan. Kalau sekilonya Rp 6 ribu – Rp 8 ribu, lumayankan dengan modal segitu,” pungkasnya. (cr2/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nelayan Jateng Diminta Tak ke Mimika

SEMARANG – Legislator Jateng meminta nelayan dari provinsi ini tidak melakukan penangkapan ikan di perairan sekitar Mimika, Papua hingga situasinya kondusif. Saat ini situasi...

Gus Mus: Yang Mengakui Saya Murid Itu Cuma Sujiwo Tejo

Sang guru mengenang Gus Mus sebagai murid yang kerap memimpin rekan-rekan sekelas berbaris, jago badminton, dan gemar membaca puisi. Bagi Gus Mus, semua yang...

Maksimalkan Open Data, Cegah Pejabat Korupsi

SEMARANG-Masyarakat secara umum, cenderung masih kesulitan mengakses data pemerintah yang berkaitan dengan pertanggungjawaban publik. Sedangkan pihak pejabat pemerintah, cenderung menolak membeberkan informasi data mengenai...

Perpus Cerah Jadi Percontohan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Perpustakaan Cerah milik Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/4) berhasil melaju ke tingkat Provinsi di ajang lomba Perpustakaan Antar Desa...

Jadi Pecandu Sabu-Sabu, Ibu Rumah Tangga Diciduk

TEMANGGUNG—Ibu rumah tangga bernama Sundari, 39, warga Kampung Kemantren RT 2/RW 6 Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung, ditangkap polisi. Penyebabnya, ibu tiga anak itu...

Semarang Macet 37 Jam Setahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang masuk ke dalam daftar 100 besar kota termacet di dunia. Kota Atlas ini menempati urutan ke sembilan termacet di...