15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Berharap Seperti Singapura dan Austria

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

MAGELANG – Anggota MPR RI/DPR RI asal Fraksi Nasdem KH Choirul Muna kembali menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Kali ini bersama warga Desa Munengwarangan Kecamatan Pakis Magelang. Acara berlangsung di aula desa setempat, Jumat (14/4) petang.

Gus Muna, sapaan akrab Choirul Muna, meminta kepada seluruh peserta sosialisasi untuk sadar berwarga negara dengan mengajak keluarga saudara dan orang dekat agar selalu menjaga empat pilar. Menurutnya, dalam demokrasi Pancasila, orang bebas berbuat, bebas berekspresi, namun tidak boleh mengganggu pihak lain. “Etika, sopan santun harus selalu dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hisan Meteseh Tempuran Magelang ini meminta kepada peserta untuk selalu menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan itu tuntutaan agama, juga bagian pengamalan Pancasila. Soal kebersihan, kata Gus Muna, di negara Austria dan Singapura cukup bagus, masyarakatnya sadar dan selalu menjaga kebersihan.

“Saya berharap, warga di sini (Desa Munengwarangan) dan masyarakat Indonesia pada umumnya, bisa mencontoh negara Austria dan Singapura,” harapnya.

Dalam kesempatan kemarin, pria yang selalu mengenakan peci itu juga meminta kepada warga untuk mengatur jumlah anak, supaya regenerasi ke depan berkualitas. “Perlu diperhatikan soal pendidikan. Jangan sampai punya anak banyak, namun pendidikan tidak terurus. Lebih baik sedikit, tapi berkualitas,” ungkapnya. (san/ton)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...