30 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Pelajaran Berharga dari Persibat

BATANG – Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Persibat Batang 1-0 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Moh Sarengat Batang, sore (14/4) kemarin.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Honi Makrufan di menit ke-80 melalui tembakan keras kaki kanannya. Hasil tersebut juga menandai kesuksesan Persibat untuk revans atas PSIS setelah dalam pertemuan pertama di Stadion Jatidiri lalu tim asuhan Lukas Tumbuan harus menyerah 3-0 atas PSIS.

Dalam laga uji coba kemarin tim berjuluk Mahesa Jenar tanpa diperkuat oleh dua pemain langganan starter. Yaitu gelandang M Yunus dan kiper Awan Setho lantaran masih cidera.
Di pos Yunus, head coach Subangkit menurunkan Saddam Sudarma Hendra untuk berduet dengan Ahmad Agung menjaga keseimbangan lini tengah. Selebihnya, Subangkit menurunkan 90 persen pemain langganan starter termasuk M Ridwan yang kemarin tampil penuh 2×45 menit.

Dengan komposisi tersebut tim Mahesa jenar sebenanrnya mampu menguasai jalanya pertandingan. Skema 4-2-3-1 yang diinginkan coach Subangkit mampu dijalankan Johan Yoga dkk dengan baik. Namun sayang, sejumlah peluang gagal dikonversikan menjadi gol sehingga kedudukan imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua PSIS mulai melakukan perubahan komposisi. M Ilham Arfil dimasukan menggantikan peran Saddam di lini kedua. Namun sayang masuknya pemain muda tersebut masih belum bisa mengangkat performa tim.

Sementara di kubu tim tamu juga tidak mau kalah. Sejumlah tenaga segar coba dimasukkan coach Lukas Tumbuan. Hasilnya gol yang ditunggu tuan rumah datang di menit ke-80. Tendangan keras Honi Makrufan dari luar kotak penalti gagal dibendung kiper Aji Bayu Putra dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Persibat.

Namun sayang, semenit setelah mencetak gol, Honi harus diusir keluar oleh wasit dengan dua kartu kuning setelah dianggap melakukan pelanggaran keras kepada pemain muda Mahesa Jenar, Albi Lanju.

Unggul jumlah pemain membuat tim PSIS semakin bersemangat membombardir pertahanan Persibat. Namun sayang Johan Yoga dkk tidak mampu mengubah keunggulan Persibat 1-0 hingga laga usai.

“Ini pelajaran yang baik bagi anak-anak. Dan meskipun kami kalah namun pemain mulai bisa mengerti mengenai taktik yang kami gunakan dengan menggunakan formasi yang berbeda. Itu yang paling penting,” beber Subangkit.

Laga lawan Persibat kemarin merupakan laga uji coba terakhir yang akan dilakoni PSIS sebelum turun di laga resmi Liga 2 yaitu away versus Persipur Sabtu (22/4). “Kinerja pemain belakang menjadi evaluasi utama kami bagaimana ketika kami ditekan. Dan lawan Persipur harus lebih baik,” pungkasnya. (bas/ric)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here