32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Firman Difabel Buka Jasa Edit Foto

WONOSOBO – Menjadi disabilitas tidak selalu bawaan lahir, Firman Santoso, 20, misalnya. Dia menjadi penyandang disabilitas setelah terkena kecelakaan pada lima tahun lalu. Saat itu membantu memasang antena parabola namun kemudian tertimpa antena yang teraliri arus listrik. Akibatnya kedua tangannya terbakar dan harus diamputasi.

Praktis, selama lima tahun terakhir, remaja asal Dusun Gondang, Desa Jogoyitnan Kecamatan Wonosobo ini menjalani hidup tanpa kedua tangan. Menghadapi kenyataan ini, Firman sempat mengalami trauma panjang. Karena harus beradaptasi dengan kondisi tubuhnya. Namun berkat dorongan yang kuat, Firman memilih keluar dari trauma tersebut dan berlatih mandiri.

Pada 2015 lalu, Firman  sekolah keterampilan di Rehab Center (RC) Surakarta kurang lebih selama setahun, mulai pertengahan 2015. Kini Firman telah mampu membuka usaha sendiri. Mengandalkan kelihaiannya mengolah foto dan gambar melalui aplikasi di komputer, Firman memberanikan diri melayani permintaan cetak foto dan fotokopi di sebuah kios yang disewa tak jauh dari rumahnya.

Ditemui di sela serah terima bantuan berupa seperangkat komputer dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Wonosobo, Firman tampak antusias dan semangat. “Senang sekali bisa menerima bantuan berupa komputer ini. Karena selama ini memang membutuhkan untuk meningkatkan kecepatan olah foto,” tutur Firman ketika ditanya perihal perasaannya setelah menerima bantuan tersebut.

Ia mengaku akan berusaha lebih keras memperbaiki kualitas editing foto maupun gambar yang kini mulai mengalir dari pelanggannya. Meski hanya mengandalkan lengan yang tak lagi utuh, Firman juga tampak sangat cekatan dalam mengerjakan beberapa jenis editing foto melalui aplikasi PhotoShop yang ia kuasai sejak pelatihan di Solo.

Pembina FKPPI Wonosobo, Agus Purnomo menyebut semangat yang dimiliki Firman selayaknya disupport banyak pihak. Pensiunan kepala Dinas Sosial yang aktif di beberapa organisasi sosial tersebut mengatakan bantuan perangkat komputer tidak seberapa nilainya, namun ia berkeinginan melihat Firman sukses serta mampu menginspirasi orang lain.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi Firman agar masa depannya lebih cerah, serta mampu menjadi teladan bagi kita semua,” pungkas Agus. (ali/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here