33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Paksakan Make Up, Terlihat Lebih Tua

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MAGELANG – Sekitar 20 peserta Mom and Kid Fashion Show berlenggak-lenggok mengenakan busana yang mencerminkan kekayaan nusantara di catwalk Atrium Artos Mall Magelang, Kamis (13/4). Tiga juri tak berkedip melihat, sekaligus menilai hingga semua peserta menuntaskan penampilannya.

Ketiganya adalah Tatok Prihasmanto seorang desainer kondang Magelang, lalu Maria Yosepin pemilik Pandan Wangi Modelling, dan Merryn dari perwakilan dari salah satu produk kosmetik. Ternyata, juri cukup sulit menentukan siapa pemenangnya.

Pada akhirnya, dimenangkan peserta nomor 10, Arin dan anaknya—Nina asal Jogjakarta. Di urutan kedua, Evi dan Fahdma, serta urutan ketiga Anjar dan Zacky. Masing-masing dari Magelang.

“Semuanya bagus-bagus, dan berusaha untuk menampilkan yang terbaik,” kata Maria Yosepin, usai acara.

Namun, ia melihat ada beberapa anak yang terlihat lebih tua karena make up yang dipaksakan. Kemudian, tatanan rambut yang membuat anak tidak nyaman. “Make up-nya berat, jadi lucunya hilang dan terlihat lebih tua 10 tahun dari umurnya. Ada yang sanggulnya terlalu besar juga,” ujar perempuan yang akrab disapa Yossi ini.

Ia menyarankan, ke depan para orang tua lebih memperhatikan penampilan anak-anaknya. Lalu, saat di panggung tidak boleh mendominasi. “Make up dan hair do harus disesuaikan umur anak. Karena ini lomba ibu dan anak, jadi yang lomba ya berdua. Tidak boleh menonjol salah satu. Chemistry juga sangat penting,” tambah pemilik Sekar Nagari Wedding Organizer itu.

Tatok Prihasmanto menambahkan, tantangan saat tampil berdua adalah keserasian busana. Menurutnya, serasi itu tidak harus modelnya sama. “Kami juga menilai keluwesan, penguasaan panggung dan kekompakan mereka,” tuturnya. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...