Beranda Radar Kedu Dua WNA Asal Tiongkok Ditangkap

Dua WNA Asal Tiongkok Ditangkap

Others

WONOSOBO – Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo menangkap dua tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Keduanya diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal karena menggunakan visa kunjungan, namun malah bekerja di pabrik kayu PT Kretya Alam Industri (KAI) Tempuran, Kabupaten Magelang.

Dua warga asing yang ditangkap tersebut yakni, Zhou Jin Jin, 34, dan Gao Lichau, 21. Keduanya ditangkap pada 11 April malam saat berada di PT Kretya Alam Industri.

Dari kedua orang ini, petugas Imigrasi juga mengamankan barang bukti berupa paspor, visa kunjungan, buku administrasi kerja, laptop, HP serta buku pelajaran bahasa Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo Soeryo Tarto Kisdoyo menyatakan, dari dokumen yang diamankan, Zhou Jin Jin merupakan kelahiran Kota Yunan 11 Februari 1983, memiliki nomor paspor E43378821 berlaku 2 Maret 2015 sampai 1 Maret 2025.

Mulai masuk ke Indonesia pada 3 November 2016. Dalam paspor tersebut ditemukan menggunakan visa kunjungan yang sudah diperpanjang hingga empat kali. Sementara Gao Lichau kelahiran Kota Zhejiang 20 Maret 1996. Memegang nomor paspor E67144441 masa berlaku 20 Januari 2016 sampai 19 Januari 2026. Menggunakan bisa kunjungan.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, keduanya bekerja di PT KAI. Tidak mengantongi visa kerja, tapi visa kunjungan maka kami amankan,” katanya.

Dengan barang bukti tersebut, kata Soeryo, kedua WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini, pada 11 April lalu saat berada di PT KAI Magelang langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Wonosobo untuk diperiksa lebih lanjut. “Hari ini (kemarin) kami lakukan pemeriksaan lanjutan dan sudah kami datangkan dua penerjemah,” paparnya.

Dari informasi yang digali sementara, kata Soeryo, kedua TKA asal Tiongkok ini bekerja di pabrik kayu tersebut sebagai pengontrol kualitas kayu yang akan diekspor. Dari bukti yang disita, petugas Imigrasi menemukan buku catatan kerja dari tas yang dibawa kedua TKA ini. “Kalau pun mereka dari pihak pembeli kayu Tiongkok, mestinya hanya kunjungan, tidak menetap sebagai karyawan PT KAI. Kami masih akan dalami bukti-bukti yang kami temukan,” tandasnya.

Selain memeriksa kedua WNA, pihaknya juga akan meminta keterangan kepada PT KAI, utamanya untuk menelusuri sponsor atau keterlibatan pihak perusahaan. “Kami masih kembangkan kasus ini, termasuk meminta keterangan pihak manajemen perusahaan tempat kedua orang ini bekerja,” imbuhnya.

Soeryo menambahkan, masa penahanan kedua WNA asal Tiongkok ini berlangsung sampai 20 hari ke depan. Apabila hasil pemeriksaan ada indikasi pelanggaran tentang izin kerja, kasus akan dibawa ke meja hukum dan pihaknya akan menyerahkan kasus ini ke kejaksaan negeri.

“Kami dalami dulu. Kalau ada pelanggaran pidana, kami akan bawa kasus ini ke meja hijau, yang jelas kedua WNA ini pasti dideportasi. Tapi harus diproses hukum dulu kalau memang melanggar pidana,” tuturnya.

Dugaaan sementara, imbuh Soeryo, kedua warga Tiongkok ini melanggar pasal 116 Jp pasal 71 UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 bulan dan pidana denda paling banyak Rp 25 juta. Atau pasal 122 ayat (a) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta jika dari hasil pemeriksaan kedua WNA RRT tersebut terbukti bekerja tanpa prosedur yang ditetapkan.

“Kasus ini terungkap berkat kerja sama tim pengawasan orang asing (Tim Pora) untuk itu kami berharap masyarakat terlibat dalam proses pengawasan ini,”pungkasnya. (ali/lis)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here