28 C
Semarang
Minggu, 13 Juni 2021

Lusiana Masuk Jaringan Internasional

SEMARANG – Perempuan bercadar yang ditangkap petugas saat berupaya penyelundupan sabu di Lapas Kelas II A Kedungpane, diduga kuat memiliki jaringan narkotika internasional. Perempuan bernama asli Novitasari Tri Purwati, 28, alias Lusiana adalah buronan Polda Jateng terkait keterlibatan peredaran narkotika jenis heroin golongan I.

”Dia ternyata orang yang selama ini kami buru. Bahkan, sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Juli 2016 lalu. Terlibat kasus narkotika jenis heroin golongan I sebanyak 97 gram pada 19 Juli 2016 lalu di sebuah rumah di daerah Gemah,” kata Direktur Reserse Nakoba (Diresnarkoba) Polda Jateng, Kombes Krisno H Siregar di Mako Direktorat Reserse Nakoba (Ditresnarkoba), Kamis (13/4) kemarin.

Dijelaskan bahwa petugas pernah melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Gemah Selatan, Gayamsari, Kota Semarang. Namun, petugas hanya mendapati heroin, belum mendapatkan pemiliknya yang diduga Lusiana tersebut.

”Barang ini tidak dari Indonesia, tapi dari negara-negara bulan sabit emas. Yakni, dari Afganistan, perbatasan Iran. Kalau tiba-tiba masuk ke Indonesia, tentunya ada orang yang membawa dari luar negeri melalui jaringan internasional,” katanya.

Lusiana kini telah diamankan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, karena membawa 42 paket sabu seberat 37,5 gram yang rencananya akan diselundupkan ke dalam Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Selasa (11/4) lalu. Kasus ini diambil alih dan telah ditangani oleh Ditresnarkoba Polda Jateng dan selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pengembangan. ”Saat ini, kami terus mengembangkan kasus ini. Dari siapa dan siapa yang mengendalikan dan untuk apa barang sebanyak itu,” tegasnya.

Pada kasus penggagalan penyelundupan sabu ke dalam Lapas Kedungpane tersebut, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini. Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan secara detail terkait saksi yang diperiksanya. ”Kami sedang memeriksa tiga saksi dari warga binaan maupun narapidana di dalam lapas itu sendiri. Hasil pemeriksaan, dia merupakan hasil suruhan dari warga binaan di dalam Lapas (Kedungpane, Red),” tegasnya.

Saat ini, Lusiana telah ditahan dan menjalani pemeriksaan untuk penyelidikan mendalam. Pelaku akan dijerat Pasal 112 ayat 2 sebagai pasal primer dan Pasal 114 ayat 2 sebagai pasal sekunder dan UU 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Kedungpane, Tafikurohman menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut bermula ketika petugasnya mendapati orang yang mencurigakan ikut mendaftar antrean besuk narapidana. Akhirnya, petugas melakukan penggeledahan dan mendapati barang bukti puluhan paket sabu tersebut.

”Barang tersebut diselipkan ke dalam bungkus rokok dan dimasukkan ke dalam dompet. Kemudian dompetnya dijepit antara paha kanan dan kirinya yang tertutup jubah hitam,” katanya.

Selain itu, pelaku juga menulis daftar administrasi dengan mengunjungi napi yang tidak sesuai dengan yang dikunjunginya. Bahkan, pihaknya tidak menampik, petugasnya telah sering melihat wanita tersebut rutin berkunjung masuk ke dalam lapas dengan memakai pakaian cadar.

”Modusnya mengunjungi seorang napi dan menulis, namun bukan mengunjungi nama yang ditulis. Nanti setelah masuk, barang itu akan dititipkan kepada napi. Jadi pendaftaran untuk masuk dengan nama orang lain,” katanya.

Dari catatan yang ada, Lusiana datang ke lapas tidak untuk membesuk Erwin Sindhu Aditama suaminya, tapi membesuk penghuni lapas lain bernama Fajar Hidayat. Saat dilakukan pengecekan, tidak menemukan narapidana bernama Fajar Hidayat. ”Ternyata nama yang hendak dibesuk fiktif. Kalau suaminya memang di sini, dia kena 5 tahun dan baru menjalani 1 tahun lebih sebulan, kasusnya sabu-sabu,” pungkasnya. (mha/ida/ce1)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here