26 C
Semarang
Rabu, 9 Juni 2021

Ditolak Ormas, Muswil FPI Dibatalkan

SEMARANG – Kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Jateng, menuai penolakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas). Akhirnya, Muswil yang diselenggarakan di rumah Zaenal Petir, Jalan Pergiwati I, Bulu Lor, Kamis malam (13/4) kemarin, dibatalkan oleh pihak kepolisian.

”Demi kemanan dan kenyamanan bersama. Bukan dibubarkan, tapi dibatalkan. Karena ada penolakan-penolakan,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji usai melakukan audiensi dengan pengurus FPI, ormas dan aparat kepolisian, Kamis (13/4) kemarin.

Abiyoso menegaskan bahwa pihak kepolisian juga tidak setuju dengan berdirinya organisasi FPI di wilayah hukumnya. Apalagi Kota Semarang saat ini sudah aman, meskipun tidak ada ormas FPI. ”Organisasi (FPI, Red) tidak perlu dilahirkan, tidak perlu dihadirkan, dibentuk, dikukuhkan di Semarang. Saya sampaikan, karena tanpa adanya FPI pun, di Kota Semarang sudah aman,” tegasnya.

Abiyoso berkaca dengan kota-kota besar lainnya. Justru saat terjadi konflik, ditengarai adanya keterlibatan ormas FPI. Karena itulah, pihak kepolisian membatalkan kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan. ”Seperti halnya di Jakarta, Bandung, termasuk kejadian beberapa waktu lalu di Temanggung, ditengarai ada keterlibatan oknum FPI. Karena itu, kami mencegah kejadian serupa,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian. Ratusan anggota gabungan dari Polrestabes dan Brimob Polda Jateng bersenjata lengkap berjaga-jaga di depan gang rumah Zaenal Petir. Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha mengatakan bahwa sedikitnya 400 personel dari Polrestabes, Sabhara Polda dan Brimob Polda Jateng dikerahkan.

Penjagaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Sebab, kegiatan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah ormas lain di Semarang. ”Personel kami kerahkan secara proporsional. Ini gabungan dari Polrestabes dan Polda Jateng. Prinsipnya kami mengamankan kegiatan masyarakat, supaya tidak terjadi gesekan atau benturan,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga akan mengambil tindakan tegas apabila kegiatan tersebut menimbulkan konflik. ”Kalau nantinya berlangsung dan menimbulkan hal yang mengancam keamanan masyarakat, akan kami bubarkan, demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, dalam mediasi yang berlangsung alot, akhirnya pihak FPI pasrah kegiatan tersebut dibatalkan. Bahkan sejumlah orang yang diperkirakan tidak mencapai puluhan tersebut, langsung dipulangkan dengan pengawalan ketat dengan naik mobil polisi. (mha/ida/ce1)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here