32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Warga Toleran pada Penghayat Kepercayaan

BATANG – Para Penganut Kepercayaan di Kabupaten Batang selama ini bisa menjalin hubungan baik dengan warga setempat. Karena warga pada umumnya bertoleransi tinggi, sehingga hubungannya terus harmonis dan saling toleran. Karena Penghayat Kepercayaan, diakui merupakan budaya atau kearifan lokal yang ada jauh sebelum adanya agama-agama dari luar masuk ke nusantara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata usai workshop pembinaan aliran penghayat Kepercayaan, pada Kamis (13/4) di kantornya, Jjalan Veteran, Kompleks Pemkab Batang.

“Kelompok atau aliran Penghayat Kepercayaan, selama ini lebih mengedepankan budi pekerti dan toleransi terhadap sesama. Namun yang kami khawatirkan adalah jangan sampai ajaran mereka disusupi paham radikal dari  luar,” kata Agung.

Diungkapkan juga oleh Agung,  di Kabupaten Batang sendiri saat ini tercatat ada 17 kelompok Penghayat Kepercayaan yang menyebar di Kabupaten Batang. Penghayat Kepercayaan sendiri juga telah diatur dalam Peraturan bersama Mendagri dan Menbudpar No. 43 dan No. 41 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelayanan Kepada Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Pihaknya berharap, kepada masyarakat untuk tidak berlaku diskriminatif terhadap keberadaan penghayat kepercayaan. Karena belum semua lapisan masyarakat mengakui dan menerima keberadaan Penghayat Kepercayaan. Sebagian masyarakat masih memandang penghayat kepercayaan sebagai atheis. “Kami ingin terus menjaga toleransi ini ini di Kabupaten Batang, agar suasana kondusif. Selain itu mereka juga berhak menjalankan kepercayaannya,” tandasnya. (han/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here