32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Kerajinan Decoupage Heny Craft, Unik dan Menarik

KAJEN – Pernahkah terpikirkan jika ada suatu kerajinan yang terbuat dari tisu? Padahal sifat tisu itu mudah rusak dan hancur. Tisu digunakan hanya sekali pakai. Misalkan untuk membersihkan benda yang kotor, atau untuk menyerap kelebihan minyak pada makanan yang digoreng.

Selain digunakan untuk hal-hal tersebut, tisu ternyata bisa juga dipakai sebagai bahan dasar untuk membuat kerajinan agar tampak indah dan anggun serta memiliki nilai seni. Kerajinan tangan dengan menggunakan tisu biasa disebut Decoupage.

Decoupage adalah seni menghias suatu objek, dengan menempelkan kertas tisu ke objek tersebut. Adalah Heny Turniawati, 41warga Perumahan Pisma Jalan Nanas No 15, Desa Kemplong, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, satu-satunya pengrajin Decoupage yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Ditangan Heny Turniawati pengrajin Decoupage ini, kaleng bekas pun bisa menjadi kerajinan cantik, setelah dihias kertas tisu dengan motif bunga, buah, hewan bahkan batik, dan mempunyai nilai seni tinggi dengan harga jual yang bagus. Karena kaleng bekas tersebut dapat difungsikan sebagai celengan, kotak tisu, maupun kotak penyimpanan aksesoris dan barang-barang lainnya.

Usaha kerajinan tangan seni Decoupage milik Heny Turniawati ini, sudah ditekuni sejak tahun 2013. Berawal dari keinginannya untuk membuka usaha kerajinan sendiri, setelah sebelumnya bekerja pada pengrajin di Kota Semarang dan Pulau Bali. Sepulang dari Pulau Bali inilah, jiwa wirausaha Heny Turniawati semakin terasah, setelah membuka usaha kerajinan tangan seni Decoupage.

Dipilihnya seni kerajinan tangan jenis Decoupage, karena masih sedikitnya pelaku kerajinan Decoupage. Bahkan di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, hanya dirinyalah yang menekuni bidang seni tersebut. Karena tingginya peluang pasar, dan banyaknya permintaan akan kerajinan tangan seni Decoupage, maka Heny Turniawati membuka pelatihan secara gratis kepada masyarakat yang ingin belajar kerajinan tangan seni Decoupage dengannya.

“Gratis tanpa dipungut biaya, hanya mengganti bahan yang digunakan untuk praktik. Yakni kertas tisu kerajinan tangan seni Decoupage saja,” ungkapnya.

Ada lebih dari 100 jenis produk kerajinan tangan seni Decoupage milik Heny Turniawati, mulai dari tas tangan, kap lampu, tempat tisu, dompet, sepatu, sandal, yang terbuat dari bahan anyamanan pandan, hingga baju busana muslim atau gamis yang berbahan kain. Namun kerajinan tangan dengan bahan dasar anyaman pandan lah, yang paling diminati pasar dalam dan luar negeri.

Seperti dompet dan tas wanita dari anyaman daun pandan maupun kulit, dibanderol mulai dari harga Rp 75 ribu hingga Rp 450 ribu, tempat tisu, celengan, kotak perhiasan, tempat hp, paling diminati konsumen kalangan muda, karena harganya yang terjangkau, kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Sedangkan sarung bantal kursi, bakiak, gelas, teko, cangkir, dan kap lampu, adalah kerajinan yang paling banyak dipesan, meski dengan harga Rp 450 ribu hingga Rp 1,2 juta per setnya.

Heny memasarkan produk kerajinannya melalui media sosial facebook, instagram, BB, serta whatsapp, selain penjualan langsung. Namun penjualan dengan media sosial atau medsos, yang paling banyak dilakukan. Dengan merek dagang Heny Craft, kerajinan tangan karyanya sudah menembus pasar dalam dan luar negeri. Bahkan pemasarannya hampir menyebar di seluruh kota besar di Indonesia, seperti  Bali, Jakarta, Malang, Bogor, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Cilacap, Kalimantan, dan Manado.

Kerajinan tangan Heny Craft mempunyai ciri khas tersendiri, yakni motif yang indah, cerah, menarik serta bervariasi, dan mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Sehingga tidak sedikit pengunjung yang datang ke Kabupaten Pekalongan, selalu berburu kerajinan tangan dengan seni Decoupage miliknya.

“Pemasaran antara lain ke Bali, Jakarta, Malang, Bogor, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Cilacap, Kalimantan, dan Manado. Produk Heny Craft juga pernah dibawa orang Indonesia yang tinggal di Amerika, dan sekarang menjadi cinderamata khas Kabupaten Pekalongan,” kata Heny.

Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti yang juga merupakan Penasehat Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda), kagum saat melihat tas yang dihias tisu decoupage yang dipajang, dan akhirnya  di Ruang Pamer Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM.

“Kerajinan tangan dengan seni Decoupage milik Heny Craft sangat bagus dan indah, tidak heran jika pengunjung yang datang ke Kabupaten Pekalongan, sangat tertarik dan harus memiliki kerajinan tangan ini,” tutur Arini. (thd/adv/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here