28 C
Semarang
Senin, 14 Juni 2021

Tumbuhkan Rasa Cinta Kesenian Tradisional

KENDAL— Di era digital, kesenian tradisional kian ditinggalkan. Banyak anak yang lebih memilih bermain gadget. Sebagai usaha menguri-uri dan melestarikan kesenian tradisional di kalangan anak, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Kendal Kota, menggelar Lomba Kenal Wayang.

Ketua Panitia Sumaedi mengatakan, lomba ini untuk memacu siswa agar kembali mencintai kesenian tradisional yang menjadi warisan luhur nenek moyang. Lomba digelar dengan melibatkan seluruh SD sederjat di Kecamatan Kota Kendal. Pelaksanaannya dilakukan di SD 2 Karangsari.

“Kami tidak ingin anak-anak melupakan kesenian tradisional yang sudah menjadi jati diri bangsa.  Lomba ini rutin setiap tahun kami gelar, tahun ini adalah tahun ke sembilan,” tuturnya, kemarin (13/4).

Para peserta yang meraih juara, akan mewakili tingkat kecamatan untuk selanjutnya ditandingkan kembali di tingkat kabupaten pada 26 April mendatang. Konsep lomba seperti cerdas cermat, yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian. “Baik melalui tes, pertanyaan langsung yang harus dijawab maupun pertanyaan rebutan,” tandasnya.

Meski lomba dinilai kurang kekinian, namun jumlah perserta yang mendaftar ternyata membludak. Dari target hanya 100 peserta, tarnyata yang mendaftar berjumlah 123 siswa. “Kami minta setiap sekolah mengirimkan peserta sebanyak tiga siswa,” tuturnya.

Enam peserta terbaik akan diambil untuk kembali diadu pengetahuan mereka dalam lomba kenal wayang. Materi lomba sendiri meliputi kisah dan tokoh-tokoh yang ada di Mahabharata seperti Pandawa dan Kurawa. Selain itu kisah Ramayana yaitu tokoh Rama, Shinta, Rahwana dan Kumbakarna.

Kepala SDN 2 Karangsari, Rommaenur mengatakan, kegiatan diselenggarakan rutin setiap tahunnya di tingkat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pesertanya berasal dari 41 SD Se-Kecamatan Kendal.  “Kami berharap semua siswa nantinya akan lebih mencintai budaya sendiri. Sehingga termotivasi untuk lebih mengenal dan melesatrikan budaya Jawa,” harapnya. (bud/zal)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here