32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Ada Dana Desa, Kesenjangan Masih Menganga

DEMAK– Meski pemerintah telah menggenjot pembangunan dengan anggaran dana desa (DD), namun hingga kini kesenjangan ekonomi masih menganga dan cenderung melebar. Karena itu, perlu upaya lain yang bisa membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran akibat kesenjangan ekonomi di pedesaan tersebut.

Demikian mengemuka dalam workshop dakwah pasar modal Syariah hasil kerjasama lembaga dakwah PBNU, GP Ansor Demak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan lembaga lainnya di Hotel Amantis, Kota Demak, kemarin.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fathan Subchi mengatakan, dana desa sebesar Rp 1,4 miliar perdesa belum mampu mengurangi kesenjangan. “Karena itu, pemerintah sedang berupaya bagaimana ada pemerataan pembangunan sehingga kesenjangan dapat dikurangi,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mengembangkan perekonomian di daerah, termasuk di Demak perlu peran dari pihak perbankan. Pihak bank harus dapat menggerakkan dan menumbuhkan ekonomi daerah melalui berbagai terobosan program yang dijalankan. “Jadi, tidak ada artinya jika dana banyak mengendap tanpa diputar untuk menumbuhkan ekonomi,” katanya.

Dalam hal ini, kata dia, peran OJK sebagai lembaga baru yang mengawasi perbankan dapat mendorong penguatan kredit untuk modal usaha masyarakat di daerah. “Para petani, nelayan dan usaha kecil lainnya perlu didorong agar ekonomi kecil ini dapat tumbuh dengan baik. Jangan hanya usaha besar saja yang diberikan modal,” imbuhnya.

Melihat peluang usaha seperti itu, GP Ansor harus serius menekuni persoalan ekonomi dan harus belajar terkait dengan pasar modal Syariah. Ketua panitia workshop Zayinul Fata mengatakan, para anggota GP Ansor diberikan pelatihan agar menguasai bagaimana ikut berperan dalam mengembangkan pasar modal Syariah. “Kita ajak kerjasama baik OJK, BEI (bursa efek Indonesia), maupun pihak perbankan lainnya untuk melatih kawan-kawan di GP Ansor Demak ini supaya memahami betul bagaimana pasar modal Syariah ini dapat berkembang untuk menumbuhkan ekonomi didaerah,”katanya.

Ketua GP Ansor Demak, Abdurrahman Kasdi menyambut baik adanya workshop tersebut. “Kita kerahkan kader-kader Ansor untuk ikut pelatihan pasar modal Syariah ini. Saya kira ini sangat penting untuk menumbuhkan ekonomi umat,”ujarnya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, kegiatan bersama Ansor ini sangat membantu Pemkab Demak dalam mengembangkan UMKM. “Kita yakin ekonomi daerah dapat tumbuh dengan baik. Sudah banyak produk produk di Demak ini yang diciptakan dan tinggal memasarkannya,” jelasnya. (hib/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here