32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Semen Indonesia Segera Berproduksi di Rembang

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan segera memulai kegiatan produksi di Rembang. Keputusan tersebut setelah dilalukan rapat di Kantor Staf Kepresidenan pada Rabu (12/4) kemarin.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, hasil rapat menyimpulkan, karena hanya tinggal masalah penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Semen Indonesia akan segera memulai kegiatan produksi di Rembang.  “Ditargetkan dalam semester I ini sudah mulai memasuki operasi komersial,” tegasnya.

Terkait hasil Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), pihaknya mendukung untuk dilakukan kajian lanjutan yang lebih ilmiah, termasuk batasan fisiografi zona Kendeng, zona Randublatung, dan zona Rembang. Demikian juga kesesuaian antara desk study (berdasarkan data-data skunder) dengan fakta-fakta di lapangan, termasuk fakta dampak lingkungan terhadap kegiatan penambangan di CAT-CAT lain di seluruh Indonesia yang telah ditambang selama puluhan tahun. “Kami menyarankan agar menambah 2-3 pakar geologi karst dalam Tim KLHS karena ciri-ciri karst (baik eksokarst maupun endokarst) dan keberlangsungan ketersediaan air tanah menjadi kunci utama dalam kajian lanjutan ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, pabrik Semen Rembang telah memenuhi sekitar 35 perijinan dan mematuhi aturan serta regulasi terkait yang berlaku dan sudah siap beroperasi. “Telah dijelaskan dalam rapat tersebut di atas bahwa Pabrik Rembang tetap dapat beroperasi dengan menggunakan bahan baku tersedia sampai ada keputusan tentang kegiatan penambangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa isu yang akhir-akhir ini beredar dan perlu diluruskan, antara lain sebagai berikut, bahwa Pabrik Semen Rembang berada di Zona Rembang, bukan Zona Kendeng. Kemudian pabrik semen ini berada di luar Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sukolilo, yang meliputi wilayah Kab Pati, Blora  dan Grobogan, sesuai Kepmen ESDM Republik Indonesia Nomor 2641 K/40/MEM/2014 Tentang Penetapan KBAK Sukolilo.

Sedangkan sesuai Perda Kab Rembang No. 14/2011 Pasal 50, Kawasan CAT Watu putih terbagi menjadi dua kawasan, yaitu Lindung dan Budidaya. Sesuai koordinat dan peta geologi Perda tersebut, area penambangan batu gamping Pabrik Rembang berada di kawasan budidaya. (tya/smu)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here