33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tiba di Semarang, Dua Jenazah Langsung Dimakamkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pasca menjalani tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim, dua jenazah terduga teroris asal Kota Semarang langsung dipulangkan ke rumah duka di Kota Semarang. Setibanya, kedua jenazah langsung dimakamkan di tempat asal masing-masing.

Adalah jenazah Satria Aditama, 19, warga Jalan Taman Karonsih II, RT 05 RW 04, Ngaliyan, Kota Semarang dan jenazah Riski Rahmat, 22, warga Jalan Kerapu II RT 09 RW 02, Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang.

Keduanya diberangkatkan dari Surabaya menuju Kota Semarang, Selasa (11/4) sekitar pukul 18.00. Jenazah Satria Aditama tiba di Ngaliyan dengan waktu yang hampir

bersamaan dengan jenazah Riski Rahmat di Kuningan, Rabu dini hari (12/4) kemarin, pukul 00.30. Mereka diangkut menggunakan kendaraan ambulans dalam pengawalan ketat aparat kepolisian langsung disemayamkan di rumah duka.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, isak tangis para keluarga serta kerabat pecah ketika jenazah tiba di masing-masing halaman rumah. Begitu juga, saat suara tangis juga terus terdengar ketika jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat.

Putra bungsu dari lima bersaudara alm Wagito dengan Cici Widiati, Satria Aditama, setelah disalatkan di Masjid Baitussalam Ngaliyan langsung di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Loyo Ngaliyan, yang tidak jauh dengan lokasi Pasar Ngaliyan. Sedangkan jenazah Riski Rahmat, langsung dimakamkan di TPU Kaliasin Kuningan, Semarang Utara.

”Ya, jenazah Riski setelah tiba di Kuningan, mampir ke rumah sebentar, langsung dimakamkan di Kaliasin (Kuningan). Tidak ada penolakan, karena warga sudah kami berikan pengarahan,” kata Ketua RT setempat, Joko Sumarsono.

Pada kesempatan yang sama, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan melalui Bhabinkamtibmas di wilayahnya sebagai upaya pencegahan munculnya gerakan radikal.

”Kami awasi secara ketat. Sehingga, sekecil apa pun gerakan radikal yang merekrut anak muda dan menyusupinya dengan pemahaman radikal, bisa terdeteksi,” ungkap Abioso saat menunggu kedatangan jenazah terduga teroris Riski Rahmat di kawasan Kuningan, Semarang Utara.

Sedangkan Waka Polrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho meminta warga agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan komunikasi sesama warga.

”Diharapkan masyarakat bisa bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan dalam menanggulangi aksi teror dan ajaran-ajaran yang tidak sesuai ideologi negara, Pancasila dan UUD 45,” katanya. (mha/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pertigaan Samban Krodit

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tidak adanya kantung parkir menjadi biang kemacetan di wilayah pertigaan Samban Kecamatan Bawen tepatnya disebelah kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang. Kemacetan bertambah...

Kualitas Udara Semarang Diambang Batas

SEMARANG- Kualitas udara di jalan protokol Kota Semarang sudah diambang batas. Sehingga harus mendapatkan perhatian serius. Hal itu disampaikan, Pakar hukum Untag Semarang, Dr...

Kenalkan Lubang Sewu Melalui Lari Wisata

WONOSOBO - Tak kurang dari 1.000 pelari mengikuti lomba lari wisata sejauh 9 kilometer dalam Festival Lubang Sewu 2017, Sabtu (7/10). Kepala Dinas Pariwisata dan...

Berlakukan Aturan Ketat Bagi Pengunjung

RADARSEMARANG.COM - DIGENJOTNYA pariwisata Kota Semarang, membuat sekelompok masyarakat Dusun Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang membuat objek wisata yang instagramable. Objek...

Jokowi Dituding Bagi-Bagi Duit

JawaPos.com - Pelaku hoax akhir-akhir ini memanfaatkan kegiatan Presiden Jokowi yang dilakukan beberapa tahun lalu untuk menyebarkan berita bohong. Contohnya, pembagian uang saat melakukan...

Hari Ini Mulai Latihan

SEMARANG – PSIS terus bersiap menghadapi kompetisi Divisi Utama 2017. Recananya, sore nanti pelatih Subangkit akan mulai memimpin latihan di Stadion Jatidiri Semarang. “Meskipun pemain...