10 C
Semarang
Jumat, 20 November 2020

Terminal Stasiun Semakin Sepi

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

WONOSOBO – Tren peralihan pola transportasi dari kendaraan umum ke kendaraan pribadi terus menyasar kota-kota kecil. Tak terkecuali di Kabupaten Wonosobo. Terminal yang dulu dipenuhi angkutan umum, kini mulai sepi.

Seperti di Terminal Stasiun yang menjadi tempat ngetem angkutan umum jurusan Wonosobo -Dieng – Batur dan Wonosobo-Watumalang. Kondisi terminal tampak tidak terurus. Aspal mulai rusak dan lingkungan tampak kotor.  Di samping barat terminal terlihat ruko-ruko yang sudah lapuk, tidak dihuni. Bahkan sebagian atap  ruko terlihat sudah mulai ambrol.

Petugas Terminal Stasiun, Subekhi menjelaskan, terminal stasiun  bertambah sepi setelah Pasar Induk Wonosobo terbakar pada 2014. Sejak saat itu, aktivitas di terminal merosot drastis. Bahkan bisa dikata, nyaris tak ada penumpang yang naik dari terminal. Dampak selanjutnya, karena penumpang turun, jumlah kendaraan umum pun  ikut berkurang. “Sekarang, paling banter hanya 40 micro dan hijet (sebutan untuk angkutan umum, red) yang masih aktif masuk terminal,” jelasnya.

Salah satu pemilik warung makan, Payem, 41, merasakan dampak dari sepinya terminal. Menurutnya, terminal mulai sepi sekitar tahun 2000 ketika banyak warga yang membeli motor atau mobil pribadi. Ditambah lagi, pabrik Dieng Jaya kebetulan tutup di tahun yang sama. Sebagai akibatnya, karyawan yang biasa menggunakan kendaraan umum tak ada lagi.

“Ketika ekonomi buruk warga jarang ke pasar. Dampaknya ke terminal juga,” ucap perempuan yang mulai berdagang di terminal Stasiun sejak 1996 itu. (cr2/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...