MASIH IMPOR: Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman RI (keempat dari kiri), saat panen raya bawang putih di sawah Desa Petarangan, Kledung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
MASIH IMPOR: Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman RI (keempat dari kiri), saat panen raya bawang putih di sawah Desa Petarangan, Kledung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Pertanian bawang putih di Kabupaten Temanggung produktivitas tidak diragukan lagi. Hasil panennya bagus, bisa menghasilkan rata-rata 10 ton per hektare. Ini bukti, bahwa Indonesia mampu memproduksi bawang putih sendiri tanpa harus bergantung pada bawang putih impor.

“Kebutuhan kita secara nasional 500 ribu-600 ribu ton. Selama ini, kita impor 80-90 persen. Ke depan kita harus bisa produksi sendiri,” ucap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai panen raya bawang putih milik kelompok tani Al Fata Desa Petarangan Kecamatan Kledung, Rabu (12/11).

Amran menjelaskan, di Temanggung awalnya hanya ada 300 hektare lahan yang ditanami bawang. Berkat bantuan Kementerian Pertanian, saat ini sudah bisa tembus 800 hektare. Ia berharap luasan kebun bawang putih bisa bertambah menjadi 1.000 hektare. “Tinggal nambah 200 hektare lagi. Saya yakin, Temanggung bisa. Target ke depan harus bisa tembus 20.000 hektare,” ucapnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Amran, jika target itu tercapai, Temanggung bisa menyumbangkan 30 persen kebutuhan nasional. Adapun untuk menutup kekurangannya, bisa diperkuat dengan mendorong daerah lain, seperti Jatim, NTT, NTB, Solok Sumatera Barat (Sumbar). “Sebenarnya Indonesia hanya butuh 70.000 hektare sampai 100.000 hektare untuk bisa menjadi swasembada bawang putih.”

Menurut Amran, Indonesia masih impor bawang karena masih ada segelintir orang yang bermain dalam tata niaga bawang yang merugikan banyak orang seperti petani. “Ke depan, akan kita beresin permainan impor bawang itu. Saatnya kita berbuat, saatnya kita bangkit,” tegasnya.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengaku siap untuk mewujudkan target 20.000 hektare lahan bawang di Temanggung. “Ke depan, lereng Sindoro dan Sumbing kita tanami bawang. Kita akan mengajak Dandim, Kapolres, petani dan pihak-pihak terkait untuk mendukung program tersebut,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi mengajak kepada masyarakat untuk membeli produk sendiri. Kita harus bangga dengan produk lokal. “Kalau membeli bawang, ya jangan bawang impor. Kita beli bawang lokal saja,” harapnya. (san/ton)