33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Santri Harus Paham Bahaya Radikalisme

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Aksi teroris oleh oknum yang mengatasnamakan Islam menjadi kepirhatinan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj. Makanya, perlu ditekankan bahaya terorisme sejak dini kepada para santri di pondok pesantren agar kelak tidak terjerumus dalam gerakan Islam radikal yang berujung pada terorisme.

“Terorisme dan isu SARA sangat berbahaya, karena bisa memecah belah bangsa sehingga harus dilawan,” ujar Said Aqil saat menjadi pembicara dalam seminar Harlah NU ke 94 yang digelar PCNU Kendal di Ruang Paripurna DPRD Kendal.

Menurutnya, mendirikan negara Islam tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Malah menurutnya, sekalipun Nabi Muhammad adalah pembawa agama Islam, namun justru mendirikan negara dimana di dalamnya terdiri dari berbagai agama, suku dan budaya yang berbeda-beda.

Hal itu terbukti ketika Nabi Muhammad tinggal di Madinah. Ia justru bersama-sama orang Nasrani dan Yahudi serta suku-suku dengan budaya yang berbeda membuat piagam Madinah. Dimana semua orang baik  Yahudi, Nasrani, Islam dan semua warga yang tinggal di Madinah memiliki hak dan kewajiban yang sama.

“Hak untuk tinggal dan memperoleh kemerdakaan serta kewajiban untuk bersama-sama menjaga Madinah dari serangan musuh dari luar. Bahkan dengan tegas, siapapun yang melanggar piagam tersebut, maka akan diperangi,” tandasnya.

Jadi piagam Madinah menurutnya adalah cara nabi untuk menyatukan warga Madinah yang memiliki latar belakang yang berbeda dari berbagai lintas agama, suku dan budaya. “Sistem kenegaraan yang dibangun nabi adalah kewarganegaran, bukan keagamaan,” jelasnya.

Islam juga tidak pernah menyontohkan cara berdakwah dengan cara yang anarkis, radikal lebih-lebih menggunakan teror bom. Islam, lanjut Said, adalah agama yang penuh mengajarkan kedamaian, kasih sayang. Makanya nabi selalu berdakwah dengan cara yang santun.

Jadi jika Islam didakwahkan dengan kekerasan, anarkisme ataupun radikal hal itu justru keluar dari ajaran Islam. “Tidak akan ada yang mau dengan Islam. Makanya harus dengan cara yang santun dalam mendakwahkannya,” tambahnya.

Hal senada dikatatakan Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royyan. Pihaknya akan menggelar acara diklat kebangsaan. Tujuan diklat untuk mencegah terorisme, yang kini sudah masuk di Kendal.  “Kami akan menugaskan lima orang di tiap kecamatan, yang tugasnya mensosialisasikan dan mencegah radikalisme,” ujarnya. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...