33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Pemilik Waralaba Dipolisikan Mantan Karyawan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Dianggap ingkar janji serta tidak bisa diajak komunikasi, Rabu (12/4), pemilik franchise kuliner Mie Jago dipolisikan oleh mantan anak buahnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan, atas kasus dugaan pencabulan.

Kasus bermula saat DA, 21, warga Perum Grogolan Baru, Kelurahan Kebulen, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, yang menjadi korban pencabulan, mengenal pelaku ZA, 36, pemilik franchise Mie Jago yang beralamat di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa. Dia tertarik membuka usaha Mie Ayam dengan sistem waralaba.

Sesuai kesepakatan, harga franchise Rp 15 juta, dan korban pun kemudian menyetorkan uang sebagai syarat, dengan cara mencicil hingga sebanyak Rp 5 juta. Namun ZA justru tertarik dengan korban, dan mengaku sebagai seorang duda. Kemudian membujuk rayu korban untuk menjadi karyawannya, hingga akhirnya mau disetubuhi berulang kali dengan berjanji akan menikahi korban.

Namun setelah satu tahun berhubungan, tepatnya Juli 2016 ketika korban meminta pelaku supaya segera dinikahi, ZA  mengaku masih mempunyai istri, dan tidak mungkin untuk menceraikan istrinya. Karena kecewa, akhirnya korban berusaha untuk meminta uang franchise, yang sebelumnya dijadikan jaminan membuka Mie Ayam Jago.

Kemudian oleh ZA, korban dijanjikan untuk ketemu dan pelaku akan mengembalikan uang jaminan. Namun pelaku malah mengajak ke hotel yang ada di wilayah Pantura untuk melayaninya kemudian uang baru diberikan.

Namun uang tidak kunjung juga diberikan, dan dijanjikan dua minggu, ketika diminta lagi uang tidak dikembalikan. Akan tetapi setelah orang tua korban mengetahui, uang tersebut baru diberikan oleh ZA. Atas kejadian itu, pihak korban dan keluarga tidak terima, hingga akhirnya mengadukan peristiwa yang menimpanya ke Polres Pekalongan.

“Kami hanya menuntut hak kami, karena ZA sulit diajak komunikasi, akhirnya kami melapor ke Polres Pekalongan,” ungkap korban, usai memberikan keterangan di unit PPA Polres Pekalongan.

Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan tersebut. Menurutnya kasus tersebut masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. “Laporannya sudah kami terima, dan akan kami tindaklanjuti dalam waktu dekat, berdasarkan adanya pengaduan dari pihak korban,” tegas AKP Agung.

Sementara terpisah, ZA, dikonfirmasi di rumahnya mengaku bahwa permasalahan tersebut, sudah diselesaikan secara kekeluargaan sudah lama. Sedangkan uang untuk jaminan usaha Mie Ayam sudah dikembalikan. “Masalah itu sudah selesai lama sekali bersama pihak keluarga korban. Bahkan saya sudah memberikan uang kepada orang tua,” katanya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sentra Pembuatan Kerupuk Rambak

PABELAN - Desa Pabelan mempunyai produk unggulan berupa kerupuk rambak. Kerupuk rambak buatan warga Pabelan ini sudah dikenal di kota-kota sekitar kabupaten Semarang. Tidak hanya...

Pemilik Talut Siap Tanggung Jawab

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Semarang berdampak terhadap bencana tanah longsor. Kali ini longsor menerjang rumah Sungkono, 65, warga Kuncen...

Polisi Buru Putra Sulung Korban

RADARSEMARANG.COM - DUKA mendalam dirasakan putra bungsu korban, Henemia Bayu Sunarto Putra. Ia tak menduga, sang ibu, Debora Sriani Setiawati, menghadap Tuhan secepat itu. Disinggung...

3.818 Peserta Bersaing di UMPN 2017 Polines

SEMARANG- Sebanyak 3.818 peserta Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) 2017 yang mendaftar di Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengikuti ujian tertulis di kampus Polines, Tembalang,...

Polres Gelar Razia Malam

KEBUMEN–Polres Kebumen, Kamis (5/10) malam, menggelar razia. Sasarannya, pengguna motor dan mobil. Razia gabungan untuk mempersempit pelaku kejahatan. Maraknya aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor)...

TMMD Percepat Pembangunan

WONOSOBO—Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) telah banyak memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Sekaligus, memberikan dampak...