SERIUS : Siswa kelas 9 SMPN 2 Wonosobo sedang mengikuti ujian sekolah. (Zain Zainudin/radar kedu)
SERIUS : Siswa kelas 9 SMPN 2 Wonosobo sedang mengikuti ujian sekolah. (Zain Zainudin/radar kedu)

WONOSOBO – Model ujian yang diterapkan saat ini dinilai sudah tepat oleh kepala SMPN 2 Wonosobo Ellna Amperawati. Pasalnya, ujian tak lagi membebani psikis siswa, dimana kelulusan hanya terpaku pada standar nilai ujian yang ditentukan pusat.

Di satu sisi, model ujian kali ini, juga tetap memberi kesempatan bagi penyelenggara pendidikan pusat, untuk membaca dan memantau sejauh mana penguasaan mata pelajaran (mapel) wajib siswa secara nasional, melalui UNBK/UN yang diselenggarakan pusat.

“Jadi imbang. Pusat tetap bisa melakukan kontrol kualitas pendidikan. Di satu sisi tidak memberatkan psikis siswa,” katanya.

Dijabarkan, UNBK SMP akan dilaksanakan pada tanggal 2-3-4 dan 8 Mei 2017. Mapel yang diujikan sesuai urutan tanggal bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggria dan IPA. Soal dan penilaian langsung dari pusat.

Selain UNBK, juga dilaksanakan ujian ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang mengujikan 3 mapel. Yakni agama PKN dan IPS. “Nah untuk hari ini (kemarin, Red) anak-anak kita tengah melangsungkan ujian sekolah. Mapel yang diujikan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, PJOK (Penjaskes) TIK dan bahasa Jawa,” katanya, Rabu (12/4).

Mengenai US, ada beberapa kriteria kelulusan yang ditentukan oleh SMP 2. Di antaranya siswa telah menyelesaikan pembelajaran, mendapat nilai sikap atau perilaku yang baik. Peserta didik dinyatakan lulus apabila rata-rata minimal kalau US/USBN, 60,0. Dan boleh mendapat nilai 50,0 paling banyak dua mapel kecuali mapel agama dan kewarganegaraan.

“Kriteria itu telah disesuaikan dengan prosedur operasional standar ujian sekolah (POS US). Secara umum UN kali ini lebih baik,” pungkasnya. (cr2/lis)