32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Tak Produktif, PPKB Direvitalisasi

UNGARAN – Pemkab Semarang mengganti Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKB). Pergantian pengurus tersebut untuk memaksimalkan kinerja. Sebab, dari 235 PPKBD yang tersebar di seluruh kecamatan, 10 persennya dianggap tidak bisa produktif karena faktor usia maupun kesehatan.

“Jumlah PPKBD yang direvitalisasi sekitar sepuluh persen. Kita harapkan mereka dapat bekerja dengan baik untuk merekrut akseptor KB baru,” kata Kasi Pelayanan KB Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (P3AKB) Eka Jaya Sakti, Rabu (12/4).

Terkait prosentase keikutsertaan KB, Eka menyebut tingkat partisipasi pasangan usia subur mengikuti KB telah mencapai 83 persen. Sedangkan pada triwulan pertama tahun 2016, akseptor KB baru tercatat sebanyak enam 6 ribu orang. Berdasarkan pencapaian itu, dia optimis mampu memenuhi target akseptor KB baru pada tahun ini sebanyak 25 ribu akseptor.

Dikatakannya, selama ini PPKBD menjadi petugas terdepan untuk merekrut akseptor KB baru. Mereka mendapat insentif dari Pemkab Semarang Rp 125 ribu perbulan. “Kita akan terus menjalin komunikasi dengan Komisi D DPRD untuk meningkatkan insentif bagi PPKBD,” katanya.

Koordinasi dilakukan, pasalnya sudah lima tahun ini belum ada perubahan besaran insentif yang diberikan kepada para PPKBD tersebut.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan jika peran PPKBD sangatlah vital. Terutama dalam mensukseskan program keluarga berencana. “Program KB dapat terlaksana dengan baik jika ada kerja sama antar unsur pelaksana,” ujarnya.

Sekda yang akrab disapa Soni tersebut juga mengatakan jika PPKBD harus mampu menjalin kerja sama dengan kepala desa maupun perangkat lainnya. “Tujuan utamanya adalah mendukung keberhasilan program KB di desa masing-masing,” katanya.

Kepala Dinas P3AKB Romlah menjelaskan guna meningkatan kompetensi dari PPKBD pihaknya telah melakukan pembinaan kepada mereka. Pembinaan tersebut dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan antar PPKBD. Sekaligus mensinkronkan pelaksanaan program KB di masing-masing desa. “Kendala yang ditemui di lapangan diharapkan dapat diatasi dengan kebersamaan antar PPKBD,” kata Romlah. (ewb/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here