32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Dana Ditahan Bank Mandiri, Anggota KSP Intidana Demo

SEMARANG – Akibat Bank Mandiri menahan dana anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana yang mencapai Rp 27 miliar, ratusan anggota KSP Intidana menggeruduk sidang gugatan di Pegadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (12/4) kemarin. Selama sidang berlangsung, terlihat ratusan anggota KSP Intidana mengikat pita warna merah di kepalanya dan lengannya dengan tulisan Save Intidana. Mayoritas pendemo mengenakan baju merah dan sebagian biru. Sebagian pendemo didominasi oleh mahasiswa Untag Semarang, ibu-ibu muda dan para pemuda, hanya sebagian yang terlihat setengah bayar atau tua.

Begitu sidang usai, ratusan anggota langsung membentangkan aksi demo diam dengan membentangkan banyak spanduk. Dalam aksi tersebut, 5 anggota yang bersuara, di antaranya Yopi Hartanujaya, Mulyono Hadiyanto, dan Arif Heriyanto,

”Kami menuntut keadilan. Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami akan mempailitkan Bank Mandiri. Bank Mandiri sudah memblokir rekening kami. Meski kepengurusan resmi sudah berganti. Ketua lama Handoko sudah ditahan dan dinyatakan bersalah,” kata anggota KSP Intidana, Yopi Hartanujaya.

Atas permasalahan tersebut, lanjut Yopi, maka homologasi (pengesahan perdamaian) KSP Intidana secara otomatis tidak bisa berjalan. Untuk itu, Bank Mandiri harus mencairkan dana milik anggota yang ada di Bank Mandiri. Ia juga merasa aneh karena dana sekitar Rp 27 miliar yang ada di Bank Mandiri tersebut sudah diblokir. Selain itu, rekeningnya tertera dengan nama instansi KSP Intidana 1360013904310 dan rekening giro dengan nomor 1360013909269, bukan atas nama pribadi Ketua KSP Intidana.

Keanehannya, lanjut Yopi, sejak 5 November 2015 rekening KSP Intidana sudah resmi diblokir, namun 28 Desember 2015 ada pencairan yang diterima pengacara kubu Handoko yakni advokat Pramudya sebesar Rp 6 miliar melalui transfer m.bangking, dengan tujuan untuk pembayaran perkara PKPU. Selain itu, pada 29 Desember 2015‎ juga ada penarikan tunai Rp 1 miliar, kemudian 8 Januari 2016 pukul 15.46 ada penarikan uang tunai Rp 3 miliar tanpa buku tabungan.

”Uang itu diambil oleh oknum pengurus lama, secara bertahap yang totalnya mencapai Rp 10 miliar. Untuk yang 29 Desember dan 8 Januari, kami belum tahu untuk apa uang itu diambil, yang mengambil oknum karyawan atas perintah Handoko,” tandasnya.

Anggota KSP Intidana lain, Mulyono Hadiyanto menambahkan bahwa sejak 27 Pebruari 2016, Handoko selaku ketua sebelumnya sudah diberhentikan dalam rapat anggota tahunan KSP Intidana. Pemberhentian itu dilakukan langsung oleh anggota dengan alasan terlibat permasalahan hukum.

”Akibat terkena permasalahan hukum, otomatis Handoko harus diberhentikan sesuai AD/ART KSP Intidana dan Undang-Undang (UU) nomor 29 tahun 1992 tentang perkoperasian. Putusan yang menjerat Handoko juga sudah berkekuatan hukum tetap,” imbuhnya.

Sementara itu, di dalam persidangan Kuasa Hukum KSP Intidana, Aris Soetiono meminta para tergugat (Bank Mandiri) untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 38.337.781.075,52 dan kerugian imateriil sebesar Rp 10.000.000.000 secara tunai dan seketika.

Pihaknya juga menuntut supaya Bank Mandiri membuka blokir rekening KSP Intidana 1360013904310 dan rekening giro dengan nomor 1360013909269 atas nama KSP Intidana. ”Menuntut majelis hakim menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun ada upaya hukum banding, kasasi, maupun upaya hukum lainnya,” kata Aris dalam gugatannya saat dibacakan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Zainal Arifin. Setelah mendengar pembacaan gugatan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Zainal Arifin menunda pada Kamis 20 April 2017 pukul 09.00.

Sedangkan bagian Legal Bank Mandiri Kanwil Semarang, Agus Joko didampingi Brand Manager Bank Mandiri Kawasan Industri Candi, Kantor Cabang Pembantu Gatot Subroto, Nurul Sofa enggan memberi komentar saat ditanyai wartawan. ’Saya tidak mau memberi komentar, sudah cukup gitu saja Mas,” kata Agus Joko sembari berlalu pergi. (jks/ida/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here