33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Warga Berharap Jembatan Sunut Diperbaiki

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Warga di wilayah Desa Candirejo berharap agar Pemkab Semarang segera merealisasikan pembangunan Jembatan Sunut di Dusun Sapen. Pasalnya, dengan tewasnya warga setempat beberapa waktu lalu karena terpeleset saat melintas, menjadikan warga takut kembali melintas.

Padahal jembatan tersebut menjadi akses vital, penghubung dua kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang. “Kondisinya sangat berbahaya, apalagi saat hujan turun,” ujar Ngatiyem, 37, salahsatu warga Desa Jeragung Kabupaten Demak, Selasa (11/4) kemarin.

Posisi Jembatan Sunut merupakan batas administratif dari dua kabupaten tersebut. Untuk wilayah Kabupaten Demak, Jembatan Sunut masuk ke wilayah Desa Jeragung Karangawen. Sedangkan untuk Kabupaten Semarang, Jembatan Sunut tersebut masuk ke wilayah Desa Candirejo Kecamatan Pringapus. “Kalau hari Kamis, saya biasanya ke Sapen untuk bekerja. Baru lima bulan ini dan pasti lewat jembatan ini,” ujarnya.

Jembatan Sunut memiliki panjang 76 meter dan lebar 1,5 meter dengan ketinggian dari dasar sungai 15 meter. Jembatan terbuat dari balokan kayu yang disusun secara rapi. Namun kurangnya daya tahan kayu akan cuaca, sebagian kayu banyak yang lapuk.

Apalagi saat hujan mengguyur wilayah itu, kondisi jembatan semakin licin. Tidak sedikit warga yang melintas saat hujan jatuh dan terpeleset. Karenanya, Ngatiyem yang kesehariannya bekerja sebagai penagih tersebut enggan pulang di atas pukul 12.00. “Karena takut hujan turun saat sore hari. Tidak hujan saja mengerikan, apalagi hujan, jadinya pasti licin,” ujarnya.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses warga Dusun Sapen dan Dusun Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, menuju ke pusat desa atau ke pusat Kabupaten Semarang di Ungaran. Kini, jembatan yang menghubungkan ke Dusun Kedungglatik yang mengarah ke Desa Candirejo terisolasi lantaran rusak. “Semoga saja ini segera dibangun,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan warga Jeragung, Asmuni, 57, yang kesehariannya berjualan kerupuk. “Saya sejak tahun 80-an berjualan kerupuk ke Dusun Sapen, Borangan dan Kedungglatik. Tetapi sejak tahun 90-an, jembatan antara Borangan dan Kedungglatik putus, sehingga jualan saya hanya sampai Borangan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan untuk menuju Dusun Borangan dari Dusun Sapen, harus melewati jembatan gantung. “Jembatan gantung menuju Dusun Borangan lebih sempit dibanding Jembatan Sunut ini,” katanya.

Warga Dusun Borangan, Muhammad Amin, 41, membenarkan jika warga di desanya harus melewati dua jembatan untuk keluar dari Desa Candirejo menuju ke Ungaran. Amin yang kesehariannya bekerja sebagai guru ini memanfaatkan Jembatan Sunut. “Kalau mau ke Ungaran harus lewat dua jembatan berbahaya ini. Lalu harus memutar dulu ke Karangawen serta Mranggen, Demak untuk menuju ke arah Ungaran,” katanya.

Amin menuturkan warga dua dusun tersebut menggantungkan kebutuhan hidupnya dari ke dua desa di Demak untuk membeli kebutuhannya sehari-hari seperti Sembako. Apabila masuk malam hari, jembatan tersebut gelap gulita karena tidak ada penerangan. “Kami berharap, pemerintah dapat memperbaiki jembatan jadi layak. Karena selama ini, jika ada kerusakan jembatan, warga Sapen dan Borangan yang gotong royong memperbaiki,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan jika Pemkab Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 700 juta di APBD 2017 untuk perbaikan jembatan tersebut. Perbaikan diharapkan bisa segera terealisasi sehingga membantu akses transportasi warga. “Kalau sudah selesai (lelang), kami berharap tidak ada kendala lagi sehingga perbaikan bisa terealisasi secepatnya,” kata Sekda yang akrab disapa Soni ini. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...