33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Perjuangkan Anggaran Pendidikan 20 Persen

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

​SEMARANG – DPRD Jateng terus berusaha untuk memperjuangkan agar anggaran pendidikan dari APBN maupun APBD di Jawa Tengah bisa maksimal sebesar 20 persen. Sebab, selama ini masih belum terealisasi. Bahkan dari tahun ke tahun anggaran untuk pendidikan justru berkurang.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv, mengatakan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan, jika anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN. Namun, dalam pelaksanaannya sangat rancu karena ada kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. ”Anggaran pendidikan sebesar 20 persen masih diakuisisi oleh pihak-pihak tertentu, kenyataannya yang kami terima hanya kurang lebih 7 persen saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, harusnya anggaran 20 persen mutlak hanya untuk pendidikan dan tidak termasuk upah guru dan dana BOS. Bahkan di Jateng anggaran masih belum sepenuhnya sesuai dengan aturan. Selama anggaran pendidikan masih dibawah 20 persen, maka akan selalu ada masalah yang muncul di mana-mana. ”Kami berharap wajib belajar 12 tahun bisa terus terealisasi, salah satunya dengan peningkatan anggaran pendidikan,” tambahnya.

Politisi PKB ini juga menyorot infrastruktur dan sarana prasarana sekolah di Jateng yang masih minim. Itu sangat terlihat dengan adanya perbedaan dan kesenjangan anggaran antara sekolah negeri dan swasta. Padahal, sarana prasarana merupakan unsur terpenting dalam menunjang pembelajaran di kelas. ”Pemprov harus berkomitmen supaya anggaran pendidikan ditingkatkan jumlahnya secara proporsional, dengan memperhatikan pendidikan swasta. Ini menjadi tanggung jawab dan pekerjaan besar Gubernur Jateng,” tambahnya.

Sesuai amanat undang-undang rakyat harus mendapatkan pendidikan yang layak. Bahkan, pemerintah sudah mengeluarkan aturan wajib belajar 9 tahun. Artinya pemerintah wajib memenuhi semua aspeknya. Mulai dari sarana, prasarana, guru, pembiayaan, kurikulum, monitoring, evaluasi, dan seluruh aspek lainnya yang diperlukan. ”Ini merupakan konsekuensi yang tidak bisa ditinggalkan,” tegasnya.

Pendidikan merupakan kebutuhan sangat asasi dan memiliki peran sentral dalam menyiapkan mutu masa depan bangsa. Mestinya pemerintah juga berkomitmen sepenuhnya untuk memperbaiki kualitas dan sarana prasarana penunjang pendidikan. ”Ini untuk masa depan bangsa dengan mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Efisieni Kinerja, OPD akan Dievaluasi

KENDAL—Bagian Organisasi Setda Kendal akan melakukan evaluasi kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu dilakukan untuk melihat efisiensi kinerja yang ada di masing-masing OPD. Kabag...

Studi Tentang Pelaksanaan Keuangan dan Program Infrastruktur Daerah

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Demak melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Cimahi dan Kota Bandung, Jawa Barat. Ini dilakukan untuk studi komparasi terkait pelaksanaan keuangan...

“KAKISIGAGU” Gairahkan Belajar Bahasa Jawa

RADARSEMARANG.COM - BAHASA Jawa adalah bahasa ibu yang menjadi bahasa komunikasi masyarakat Jawa. Tidak bisa dipungkiri bahasa Jawa memiliki tingkatan tutur atau disebut unggah-ungguh...

Ancam Kerahkan Ribuan Massa

PEKALONGAN-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, menyatakan siap membela nelayan yang menolak kebijakan pelarangan cantrang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan IMM siap...

Pohon Tumbang, Timpa 4 Kios PKL

SEMARANG - Tidak ada angin tak ada hujan, sebuah pohon berusia tua di Jalan Kanal, Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan tiba-tiba tumbang. Pohon jenis...

Kuncinya di Konsistensi

PUTRI Mataram Sleman menabalkan diri sebagai juara sejati Bengawan Cup. Pada ajang yang berlangsung di Stadion Sriwedari tersebut, mereka dua musim beruntun membawa pulang...