33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Menilik Kemandirian MIN Sumurrejo Gunungpati

Hindari Pungli, Galang Dana dengan Iklan dan Infak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Summurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mempunyai cara unik untuk menggalang dana yang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni dengan menawarkan iklan secara door to door ke industri di baliho lingkungan madrasah.

MIFTAHUL A’LA

KETERBATASAN anggaran kerap menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah. Terutama sekolah-sekolah swasta yang ada di daerah pelosok yang cukup jauh dari kota. Selain minimnya bantuan dan larangan untuk menarik iuran dari orang tua siswa karena dianggap pungutan liar (pungli). Ada beberapa sekolah yang hanya tinggal diam menyikapi kondisi tersebut.

Tetapi langkah kreatif dan unik dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sumurrejo, Gunungpati, Kota Semarang. Ya, dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada, sekolah ini melakukan berbagai inovasi untuk bisa mendatangkan penghasilan tanpa melanggar aturan.

Madrasah dampingan USAID PRIORITAS ini melakukan berbagai upaya untuk menghimpun dana. Di antaranya komite bersama dengan kepala madrasah menawarkan iklan secara door to door ke industri yang kemudian dipasang di baliho lingkungan madrasah. ”Semua sudah ada kesepahaman, saling mengerti, dan tidak ada pemaksaan. Mereka telah satu visi untuk bersama-sama mengembangkan madrasah,” kata Kepala MIN Sumurrejo, Subiyono.

Awalnya, kegiatan tersebut tidak mendapatkan respon baik. Tetapi setelah diberikan penjelasan secara rinci, industri mulai tertarik dan mau beriklan. Iklan eksklusif tersebut dipajang sepanjang jalan ke madrasah. Iklan tersebut berisi visi misi dan lima budaya kerja Kementerian Agama (Kemenag) dengan penambahan nama industri yang diiklankan. ”Per iklan dihargai Rp 150.000 per tahun. Pada tahun kedua, iklan eksklusif tersebut dilelang,” ujarnya.

Ia menambahkan, iklan tersebut sekaligus sebagai ajang bagi usaha kecil untuk memperkenalkan diri ke publik. Melalui madrasah ini, mampu memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan eksistensinya. Sekolah harus memberikan penjelasan kepada pemilik industri kecil sampai menengah tentang benefit sampai pahala, yang akan mereka dapatkan jika beriklan di madrasah. Ada dari usaha produksi tahu, industri pemerahan susu, sampai usaha fotokopi. ”Akhirnya mereka setuju. Mereka mengaku ada kemajuan pendapatan setelah beriklan di madrasah,” ujarnya.

Subiyono menambahkan, adanya iklan tersebut juga menambah kepedulian industri dengan madrasah. Sebab, mereka kerap melihat dan berkunjung untuk sekadar melihat iklan dan kadang-kadang membantu pembenahan hal-hal kecil di madrasah. Mereka terlihat senang dan bangga, nama usahanya bisa dipajang di depan madrasah bersanding dengan visi-misi Kemenag atau madrasah. ”Madrasah juga ada mitra industri dan usaha yang menjadi partner. Sehingga semakin banyak yang peduli dengan madrasah. Setidaknya sudah ada 10 iklan yang telah dipasang di depan madrasah,” akunya.

Cara lain untuk menggalang dana dengan membuat infak serbaguna yang dilakukan tanpa paksaan dan sukarela. Setiap Jumat mereka mengumpulkan infak sukarela ini. Setiap bulan pendapatan masing-masing kelas dihitung bersama dalam rapat komite madrasah. Rata-rata sebulan kas yang masuk sebesar Rp 4 juta sampai Rp 8 juta. Selain itu, madrasah juga menyewakan lahan untuk pedagang di lingkungan madrasah. Pedagang diberikan empat waktu untuk berjualan, yaitu pukul 07.00-08.00, 08.00-09.00, dan 09.00-10.00 serta 12.00-13.00. ”Setiap jam uang sewa sebesar Rp 2.000 yang diberikan kepada komite. Sedangkan pedagang di dalam madrasah memberikan Rp 20.000, adapun pedagang di sebelah madrasah sebesar Rp 12.000,” tambah Ketua Komite Madrasah, Rohani Amin.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Tengah, Nurcholis, mengatakan MIN Sumurrejo Gunungpati merupakan satu dari sekian sekolah mitra di Jawa Tengah yang berhasil menerapkan prinsip manajemen berbasis sekolah yang dilatihkan USAID PRIORITAS secara baik. Prinsip itu adalah transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. (*/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ribuan Tenaga Honorer Belum Terdaftar BPJS

KENDAL—Sebagian besar pegawai non PNS atau honorer di lingkungan Pemkab Kendal belum menjadi peserta BPJS Tenaga Kerja. Meskipun sudah diberlakukan wajib setiap instansi atau...

Curi Motor, Kakek Dua Cucu Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Satuan Reskrim Polres Semarang mengamankan pencuri kendaraan motor lintas wilayah. Eko Irianto, 54, warga Pronojiwo Lumajang, Jawa Timur, diringkus setelah kedapatan...

PLN Pasang 875 SPLU

SEMARANG - Hadirnya kendaraan listrik disambut baik pemerintah. Melihat perkembangan ini PLN sudah memasang 875 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di berbagai kota. Ada...

Polda Telisik 30 Pengguna Aplikasi “Tuyul”

RADARSEMARANG.COM, SEMRANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mensinyalir adanya penggunaan aplikasi ilegal Grab online di wilayah Kota Semarang. Setidaknya terdapat 30 an ghost...

Berkas Napi Caleg Bakal Ditolak

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Temanggung secara tegas menerapkan peraturan KPU yang baru, Nomor 20 Tahun 2018 tentang larangan mantan narapidana kasus...

Baznas Bukan Pesaing LAZ dan UPZ

SALATIGA - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Salatiga Fathan Budiman menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya bukanlah pesaing bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ)...