33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Coba Melawan, Penjambret Didor

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

TEMANGGUNG– Aksi nekat dilakukan dua pemuda asal Banjarnegara, Dedi Setiawan, 24, dan Mafiransyah Panggah Panandang, 24. Kedua pemuda warga Desa Wanakarsa Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara itu menjambret tas milik Idha Krisnawati Andriyani, 34, warga Dusun Pingit Desa Pingit Kecamatan Pringsurat Temanggung. Aksi penjambretan dilakukan di Jembatan Kali Progo Kranggan, Selasa (11/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menuturkan, penangkapan kedua pelaku aksi pencurian dengan kekerasan tersebut berdasarkan laporan korban. Korban seorang diri yang tengah mengendarai Honda Beat berjalan dari Pingit. Sesampainya di Jembatan Kali Progo Kranggan, ia dipepet kedua pemuda yang mengendarai Honda Verza warna putih.

Setelah dipepet, pelaku mengambil tas milik korban dan dibawa kabur. Korban berusaha mengejar pelaku. Sesampai di Polres Temanggung, korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas dengan menyampaikan ciri-ciri korban dan kendaraan yang dibawanya. Tanpa berselang lama, anggota Polwan yang tengah berpatroli di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengetahui keberadaan mereka.

Karena saat patroli, Polwan bernama Devi mengendarai sepeda, ia langsung meminjam sepeda motor salah satu penjual es jus untuk mengejar pelaku. Sambil membuntuti, Devi melapor melalui handy talky (HT). Waktu itu, pelaku melaju pelan dan mampir di SPBU Manding, di situlah pelaku disergap petugas.

“Satu pelaku (pembonceng) menyerahkan diri dan satu lainnya berusaha kabur. Dengan bahu-membahu petugas melakukan pengejaran, tidak berselang lama, pelaku ditemukan,” ucap Maesa saat gelar perkara, kemarin. Karena pelaku bernama Panggah melakukan perlawanan, akhirnya petugas melepaskan timah panas ke kaki kirinya.

Maesa melanjutkan, dari tangan pelaku petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya sepeda motor Verza warna putih, uang Rp 150 ribu, tas milik korban beserta dompet, ATM, dan ponsel.

Kedua pelaku diketahui sebagai residivis. Mereka kerap keluar masuk penjara dan beberapa kali menjadi buron Polres Banjarnegara. “Atas perbuatannya itu, pelaku diancam KUHP pasal 565 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara Idha mengaku sangat geram dengan tindakan kedua pelaku. Menurutnya, kedua pelaku sempat mengejek setelah berhasil mengambil tas miliknya. “Kedua pelaku ini sepertinya mengejek. Dia tahu kalau saya kejar, kadang berjalan sangat cepat sekali, tapi tiba-tiba mengurangi kecepatan sepeda motornya, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh dari saya,” ungkapnya.

Beruntung, saat ia sudah merasa jengkel dengan tindakan kedua pelaku, ada seorang polisi sedang membantu anak-anak melintas di jalan raya, tepatnya di dekat kantor Polres Temanggung. “Saya langsung berhenti dan meminta tolong kepada pak polisi itu, syukurlah akhirnya kedua pelaku bisa ditangkap,” katanya.

Salah satu pelaku Panggah mengaku awalnya tidak ada niatan untuk melakukan penjambretan. Namun karena ia kehabisan uang, maka timbul niatan untuk mengambil tas milik korban. “Saya habis dari Magelang, kehabisan uang. Untuk mendapatkan uang cepat, makanya saya nekat melakukan ini,” ucapnya tanpa ada rasa penyesalan.

Ia tidak menyangka akan dengan mudah dibekuk petugas Polres Temanggung. Sebab saat itu ia merasa aman karena korban sudah tidak lagi membuntuti pelarian mereka. “Tiba-tiba saat saya akan mengisi bahan bakar di SPBU Manding, sepeda motor saya langsung dihentikan dan teman saya Dedi langsung ditangkap. Saya berusaha melarikan diri, tapi akhirnya saya juga tertangkap di pos kampling di sekitar SPBU,” akunya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Ritual Balas Budi Bagi Leluhur

SEMARANG-Ritual sembahyang arwah atau King Hoo Ping digelar Yayasan Tjie Lam Tjay Jalan Gang Lombok Semarang. Ritual King Hoo Ping atau Ulambana tersebut dipimpin...

Pasang 500 CCTV di Daerah Rawan

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menargetkan 500 Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di semua tempat umum, terutama taman-taman kota. Pemasangan CCTV ini...

Libur Lama, Sekolah Perketat Penjagaan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau kepada pengelola sekolah agar memperketat penjagaan di lingkungan lembaga pendidikannya. Menurutnya, ini upaya mencegah timbulnya kerugian...

Saya Ingin Imlek Lebih Membumi

“Kalau saya, Tionghoa Indonesia, bukan Tionghoa di China, bukan Tionghoa di Singapura.” RADARSEMARANG.COM - Dalam sejumlah peristiwa—utamanya politik—isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kerap...

39.509  Warga Terima Bantuan BPNT

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 39.509 warga dari keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Semarang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah. Pelaksanaan program...

DPRD Batang Belajar Pelayanan Publik dengan Pemkab Bintan

BINTAN-Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang studi banding ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menyusul keberhasilan Pemkab Bintan dalam memperoleh Predikat...