33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Coba Melawan, Penjambret Didor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TEMANGGUNG– Aksi nekat dilakukan dua pemuda asal Banjarnegara, Dedi Setiawan, 24, dan Mafiransyah Panggah Panandang, 24. Kedua pemuda warga Desa Wanakarsa Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara itu menjambret tas milik Idha Krisnawati Andriyani, 34, warga Dusun Pingit Desa Pingit Kecamatan Pringsurat Temanggung. Aksi penjambretan dilakukan di Jembatan Kali Progo Kranggan, Selasa (11/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menuturkan, penangkapan kedua pelaku aksi pencurian dengan kekerasan tersebut berdasarkan laporan korban. Korban seorang diri yang tengah mengendarai Honda Beat berjalan dari Pingit. Sesampainya di Jembatan Kali Progo Kranggan, ia dipepet kedua pemuda yang mengendarai Honda Verza warna putih.

Setelah dipepet, pelaku mengambil tas milik korban dan dibawa kabur. Korban berusaha mengejar pelaku. Sesampai di Polres Temanggung, korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas dengan menyampaikan ciri-ciri korban dan kendaraan yang dibawanya. Tanpa berselang lama, anggota Polwan yang tengah berpatroli di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengetahui keberadaan mereka.

Karena saat patroli, Polwan bernama Devi mengendarai sepeda, ia langsung meminjam sepeda motor salah satu penjual es jus untuk mengejar pelaku. Sambil membuntuti, Devi melapor melalui handy talky (HT). Waktu itu, pelaku melaju pelan dan mampir di SPBU Manding, di situlah pelaku disergap petugas.

“Satu pelaku (pembonceng) menyerahkan diri dan satu lainnya berusaha kabur. Dengan bahu-membahu petugas melakukan pengejaran, tidak berselang lama, pelaku ditemukan,” ucap Maesa saat gelar perkara, kemarin. Karena pelaku bernama Panggah melakukan perlawanan, akhirnya petugas melepaskan timah panas ke kaki kirinya.

Maesa melanjutkan, dari tangan pelaku petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya sepeda motor Verza warna putih, uang Rp 150 ribu, tas milik korban beserta dompet, ATM, dan ponsel.

Kedua pelaku diketahui sebagai residivis. Mereka kerap keluar masuk penjara dan beberapa kali menjadi buron Polres Banjarnegara. “Atas perbuatannya itu, pelaku diancam KUHP pasal 565 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara Idha mengaku sangat geram dengan tindakan kedua pelaku. Menurutnya, kedua pelaku sempat mengejek setelah berhasil mengambil tas miliknya. “Kedua pelaku ini sepertinya mengejek. Dia tahu kalau saya kejar, kadang berjalan sangat cepat sekali, tapi tiba-tiba mengurangi kecepatan sepeda motornya, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh dari saya,” ungkapnya.

Beruntung, saat ia sudah merasa jengkel dengan tindakan kedua pelaku, ada seorang polisi sedang membantu anak-anak melintas di jalan raya, tepatnya di dekat kantor Polres Temanggung. “Saya langsung berhenti dan meminta tolong kepada pak polisi itu, syukurlah akhirnya kedua pelaku bisa ditangkap,” katanya.

Salah satu pelaku Panggah mengaku awalnya tidak ada niatan untuk melakukan penjambretan. Namun karena ia kehabisan uang, maka timbul niatan untuk mengambil tas milik korban. “Saya habis dari Magelang, kehabisan uang. Untuk mendapatkan uang cepat, makanya saya nekat melakukan ini,” ucapnya tanpa ada rasa penyesalan.

Ia tidak menyangka akan dengan mudah dibekuk petugas Polres Temanggung. Sebab saat itu ia merasa aman karena korban sudah tidak lagi membuntuti pelarian mereka. “Tiba-tiba saat saya akan mengisi bahan bakar di SPBU Manding, sepeda motor saya langsung dihentikan dan teman saya Dedi langsung ditangkap. Saya berusaha melarikan diri, tapi akhirnya saya juga tertangkap di pos kampling di sekitar SPBU,” akunya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hanura Jateng Konsolidasi Tingkat Ranting

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jateng akan melakukan konsolidasi organisasi, terutama pembentukan pengurus di 5 Dewan Pimpinan...

Jalan Berlubang, Jalur Pantura Macet

KAJEN–Lantaran banyaknya jalan berlubang di sepanjang jalur pantura, arus lalu lintas macet hingga 10 kilometer. Terutama dari arah barat ke timur atau arah Jakarta...

Lama Kosong, Kini Prianto Dilantik Sekdes Yosorejo

BATANG–Setelah kosong beberapa waktu, akhirnya Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing mempunyai sekretaris desa (Sekdes) baru. Adalah Prianto, 25, yang sebelum menjadi Sekdes, berhasil berjuang menyisihkan 4 calon lain yang rata-rata...

Kader PDI P Bentuk Koreografi Unik

MUNGKID - Sedikitnya 2.000 pengurus ranting PDI Perjuangan Kabupaten Magelang mengikuti apel siaga di Lapangan Drh Soepardi, Mungkid Kabupaten Magelang, Minggu (5/2). Melalui sebuah...

Pendamping PKH Harus Bersikap Netral

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Kementerian Sosial RI berjanji akan menindak tegas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti terlibat politik praktis dalam pemilihan kepala daerah maupun menjadi...

Pejabat Diminta Waspadai WTS

TEMANGGUNG-Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta para kepala sekolah di Temanggung, diminta waspada dan hati-hati terhadap orang yang mengaku-ngaku wartawan, namun...