31 C
Semarang
Rabu, 25 November 2020

Masa Transisi, Peringatan HUT Batang Digelar Sederhana

Gelar Lomba Burung, Ziarah Leluhur dan Pawai Budaya

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Setiap 8 April, Kabupaten Batang memperingati hari lahirnya. Tahun 2017 ini menginjak umur 51 tahun. Di masa transisi kepemimpinan, peringatan tahunan digelar sangat sederhana.

Lutfi Hanafi, Batang

TERIAKAN, tepukan dan siulan sang empu burung memberikan motivasi jagoannya yang sedang nangkring dalam sangkar di gantangan. Berharap burungnya bisa berkicau lebih lama dan merdu. Harapannya, menjadi yang terbaik dalam lomba burung berkicau di Hutan Rajawali Kalisari Batang, pada Minggu (9/4) kemarin.

Lomba burung berkicau Piala Bupati Cup IV dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Batang ke-51tersebut, diikuti ratusan peserta dari berbagai jenis burung dari berbagai daerah. Hal itu terlihat di sepanjang Jalan Dr Sutomo, terparkir ratusan mobil dengan plat nomor bervariasi. Terutama luar daerah Batang, bahkan beberapa dari luar pulau. Sehari itu, lokasi tersebut padat dan riuh. Karena disampingnya, ada pasar tradisional Batang yang juga ramai transaksi jual beli.

“Burung peserta lomba, mencapai seribu ekor burung lebih. Namun bukan burungnya yang jumlahnya seribu, tapi satu burung bisa mengikuti berbagai jenis lomba,” jelas Ketua panitia Lomba, Toro Morgan.

Lomba tersebut, sengaja digelar dengan untuk mengenalkan Kabupaten Batang kepada masyarakat luas. Dengan kedatangan peserta dari luar Kota Batang, diharapkan mencicipi wisata alam, wisata kuliner khas Batang, batik dan kerajinan yang dimiliki Kabupaten Batang.

Sehari sebelumnya, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Batang ke-51, digelar upacara bendera. Selain dilakukan oleh Pemkab Batang bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkominda), di 15 kecamatan di seluruh Kabupaten Batang juga menggelar upacara serupa. Siangnya Forkominda diajak melakukan tabur bunga dan upacara kehormatan di Taman Makam Pahlawan di Kadilangu Batang. Bahkan sebelumnya, Forkopimda juga diajak ziarah ke makam Bupati Batang pertama, yakni Kyai Pangeran Adipati (KPA) Mandurejo di Pemakaman Protowetan, Desa Protomulyan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada Kamis (6/4) lalu.

Acara yang diselenggarakan sederhana tersebut dihadiri oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Batang terpilih Wihaji – Suyono. Rombongan dipimpin KH Zainal Mutaqim didampingi Ketua MUI Batang, KH Abdul Faqih.

Masih di hari yang sama, rombongan juga diajak ziarah ke makam Astana Pasekaran di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Di makam tersebut disemanyamkan leluhur Bupati Batang dan juga tokoh–tokoh penting yang berjasa membangun Kabupaten Batang.

Dari informasi yang dikumpulkan, sejarah Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3 periodisasi sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan sampai dengan 31 Desember 1935. Namun per 1 Januari 1936, Batang secara resmi digabungkan ke dalam Pemkab Pekalongan.

Kemudian tahun 1946, mulai ada gagasan untuk menuntut kembalinya status Kabupaten Batang. Melalui proses yang panjang, akhirnya pada 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, hari yang dianggap sakral bagi masyarakat tradisional Batang, mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian pembentukan Daerah Tingkat II Batang.

Serta melantik R. Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang peetama di era Pemerintahan Republik Indonesia.

“Tahun ini kami rayakan HUT Batang secara sederhana, selain di masa transisi pimpinan, juga penghematan anggaran,” ucap Pelaksana tugas Bupati Batang Nasikhin, Senin (10/4) kemarin.

Menurut Sekda aktif ini, anggaran hari jadi tahun ini memang tidak ada. Untuk mengakalinya, dimasukkan pada setiap OPD sesuai dengan tupoksinya, sesuai kegiatan yang digelar. Dan kesekretariatan langsung ditangani oleh Bagian Umum Sekda Batang. “Walaupun diserahkan setiap OPD, namun dana HUT, bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” imbuh Nasikhin.

Lomba tingkat sekolah dan antar perangkat daerah turut digelar. Seperti Karya Ilmiah dengan Tema Cagar Budaya, Lomba Bakiak dan Engrang antar OPD serta lomba memasak.

“Acara musik juga tetap kami gelar, namun tidak mendatangkan artis atau band panas atas. Namun acara pentas tembang kenangan, dengan penampil dari Pimpinan Daerah serta perwakilan dari masyarakat umum,” sebut Nasikhin.

Acara tembang kenangan yang digelar Sabtu malam (8/4) di Jalan Veteran kompleks Pemkab Batang ini, menjadi lokasi langganan acara musik. Dari pemusik lokal hingga artis nasional sering manggung di tempat tersebut.

Pada Malam Tembang Kenangan yang difasilitasi oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) setempat menyuguhkan lagu-lagu nostalgia. Tampil pula Ledeng Band binaan PDAM dengan vokalis direkturnya langsung Yulianto. Tidak mau kalah Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha turut tampil.

“Peringatan HUT Batang ditutup dengan Pawai Budaya, Kamis (27/4) mendatang. Kali ini hanya melibatkan rakyat Batang saja. Tidak mengundang Raja Nusantara seperti tahun sebelumnya, karena keterbatasan biaya,” jelasnya. (*/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...