32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

SMAN 2 Pinjam 155 Komputer Wali Murid

SEMARANG – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA di Kota Semarang pada hari pertama, Senin pagi (10/4) kemarin, berjalan lancar. Ribuan siswa kelas 3, menyelesaikan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Dari hasil pantauan Jawa Pos Radar Semarang, hampir seluruh SMA di Kota Semarang menggelar UNBK secara mandiri. Tercatat hanya ada satu sekolah yang terpaksa menginduk. Yaitu SMA Negeri 4 Semarang menginduk ke SMA Negeri 11 Semarang.

Sedangkan Kepala SMAN 8, Sugiyo mengatakan bahwa pelaksanaan UNBK di SMA tersebut, dibagi tiga sesi dengan menggunakan tiga laboratorium komputer. Log in siswa untuk mengerjakan soal tidak mengalami kendala.

”Setiap ruangan diisi 36 siswa. Jumlah komputer yang kami miliki sebanyak 110 unit dengan jumlah total peserta UNBK 340 siswa. Hari ini tidak ada kendala, proses log in, tidak ada masalah. Untuk upload jawaban akan dilakukan sore hari,” katanya kemarin.

Ia mengungkapkan jika pelaksanaan UNBK di SMA N 8 2017 ini, merupakan tahun kedua. Sebelumnya, pihak sekolah pada Sabtu (8/4) pekan lalu, telah melakukan sinkronisasi dengan server pusat serta mempersiapkan segala fasilitas yang ada dengan menyiapkan 3 teknisi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. ”Untuk server, kami memiliki 5 unit dengan 2 unit server cadangan. Sementara untuk proktor ada lima, genset pun sudah diujicobakan dan bisa menyuplai kebutuhan komputer jika sewaktu-waktu padam,” tuturnya.

Walaupun telah memiliki genset sendiri dan dipastikan bisa mencukupi kebutuhan listrik jika terjadi pemadaman, dirinya tetap berharap agar PLN tidak melakukan pemadaman listrik seperti pada UNBK tingkat SMK di SMK N 1 Semarang beberapa waktu lalu. ”Pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) telah menyurati PLN. Namun kami tetap berharap ada komitmen PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik,” jelasnya.

Diakuinya, upaya pemenuhan kebutuhan komputer atau laptop untuk UNBK, tidak sepenuhnya disediakan pihak sekolah. Sebagian dilakukan dengan cara meminjam orang tua wali murid atau sewa. ”Kami punya 190 unit komputer, 155 komputer kami pinjam dari wali murid untuk melaksanakan UNBK,” tutur Kepala SMA N 2 Semarang, Wagino Sunarto.

Ia menjelaskan jika peserta UNBK di SMA N 2 Semarang ada 520 siswa, dengan rincian 420 siswa jurusan IPA dan 100 siswa lainnya jurusan IPS yang dibagi menjadi enam laboratorium yang dibagi dalam tiga sesi setiap harinya. ”Orang tua wali murid, ada yang sepakat menyewa dan ada pula yang meminjamkan miliknya selama beberapa bulan sampai proses UNBK selesai,” tambahnya.

Menurutnya, setiap laboratorium dilengkapi dengan satu server dan satu Uninterruptible Power Supply (UPS) yang bisa menahan laptop atau komputer tetap menyala selama setengah jam saat listrik padam. ”Kami mengantisipasi terjadinya pemadaman dengan menyediakan genset. Selain itu, setiap laboratorium yang digunakan punya satu UPS,” jelasnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Semarang Wiharto, membenarkan pelaksanaan UNBK SMA di Kota Semarang seluruhnya lancar. ”Alhamdulillah semuanya lancar. Dari sisi eksternal seperti gangguan pemadaman listrik dan kerusakan server tidak ada,” ujarnya.

Tepisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo mengatakan jika pelaksanaan UNBK hari pertama tidak ditemukan kendala berarti. Walau begitu, dinas terus melakukan pengawasan dan pemantauan dengan menurunkan tim, jika ada kendala yang tiba-tiba terjadi. ”Kami pastikan agar kendala yang terjadi saat UNBK SMK tidak terjadi. Meski itu murni masalah dari server pusat,” tuturnya.

Ia menjelaskan jika di Jateng, jumlah sekolah setingkat SMA yang mengikuti UNBK mencapai 82 persen atau sebanyak 2.735 sekolah, termasuk Paket C dengan jumlah total peserta baik UNBK maupun UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil) tingkat SMA sebanyak 405.562 siswa dari 3.373 sekolah. (den/ida/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here