33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Semarang Automotive Club (SAC), Klub Otomotif Tertua di Kota Semarang

Syarat Jadi Anggota, Cukup Miliki Komitmen Tambah Persaudaraan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Membentuk komunitas, sebenarnya bukan hal yang mudah. Apalagi bisa tetap eksis dalam jangka waktu yang lama di dunia otomotif. Hal itu dirasakan, pimpinan komunitas otomotif Semarang Automotive Club (SAC), sebagai club motor yang cukup tua di Kota Semarang

ADENNYAR WYCAKSONO

SEMARANG – Kesamaan hobi di dunia otomotif menjadi cikal bakal terbentuknya Semarang Automotive Club (SAC) pada 7 Oktober 2000 silam. Kala itu, komunitas tersebut beranggotakan pencinta otomotif roda empat dan roda dua. Bahkan, club ini mengklaim sebagai salah satu club otomotif tertua di Kota Semarang yang masih bisa eksis, walaupun kini tinggal memiliki 15 anggota aktif.

Wakil Ketua SAC, Sukma Ambon Krisnadi mengatakan bahwa sebelumnya SAC memiliki nama SACIO, kepanjangan dari Semarang Automotive Club Indonesian Onwer. Namun SACIO sendiri adalah pecahan sebuah club mobil yang kemudian mendirikan club sendiri, karena terdapat gesekan antar anggota. “Singkat cerita, setelah pecah kami mendirikan club sendiri. Dulu anggotanya kebanyakan pemilik mobil, setelah berubah nama menjadi SAC pada tahun 2003, club ini mengakomodasi pencinta otomotif roda dua,” katanya kapada Jawa Pos Radar Semarang.

Di tengah pasang surut eksistensi komunitas, sempat memiliki dualisme kepemimpinan. Yakni khusus untuk mobil dan khusus untuk motor. Saat itu, anggota SAC yang menggunakan motor merasa terpinggirkan, namun akhirnya bisa disiasati dengan pemilihan ulang ketua untuk kedua cabang keanggotaan yakni motor dan mobil.

“Sejak saat itu, club hanya punya satu ketua, ya ketua club motor dan mobil. Tujuannya agar tidak terjadi kecemburuan sosial antar anggota, kembali lagi demi keutuhan sebuah organisasi itu sendiri hingga saat ini. Namun ada juga yang tidak suka hingga akhirnya lebih memilih keluar,” jelasnya.

Sukma Ambon yang merupakan salah satu sesepuh club mengaku, jika anggota SAC tidak seramai dulu, jika dibandingkan club lain, entah itu roda dua ataupun roda empat. Pasalnya, SAC sempat vakum beberapa tahun lantaran kembali terjadi perpecahan internal, hingga akhirnya ia bersama lima anggota lawas kembali mendirikan bendera SAC.

“Dulu memang cenderung ke hura-hura yakni touring, nongkrong dan melakukan modifikasi, karena kebanyakan anak-anak muda. Namun setelah usia kami bertambah, ternyata sebuah club bukan sekedar touring, namun rasa kekeluargaan dan persaudaraan lebih penting dari pada segalanya. Hingga saya bersama beberapa teman mencoba menghidupkan kembali club ini,” tegasnya.

Perjuangan menghidupkan SAC bisa dibilang tak mudah. Anggota-anggota lama lainnya, lebih memilih pensiun atau telah joint dengan club lain. Namun Sukma tidak patah arang, ia pun mencoba menghubungi anggota lama lainnya yang masih ingin eksis di bawah bendera SAC. Hingga akhirnya, SAC kembali hidup dan memiliki sekitar 15 member aktif.

“Tercatat hanya ada 5 member lama, yang lainnya anggota baru. Sekarang club ini telah berbenah. Lebih mengutamakan persaudaraan dan kekeluargaan antar member lama dan baru,” tuturnya.

Untuk jenis kendaraan yang ikut keanggotaan SAC, lanjutnya, tidak dibatasi satu merek motor. Para anggota dibebaskan menggunakan segala jenis motor ataupun mobil untuk menjadi anggota. Namun anggota SAC banyak yang menggunakan roda dua. “Tidak ada syarat khusus, kalau mau gabung ya gabung saja. Tapi kami cenderung selektif, memilih member atau anggota yang loyal. Lebih baik sedikit, tapi loyal dan kompak, dari pada banyak namun tidak loyal dan cenderung individual,” candanya.

Sementara itu, Dimas Reco Setiono, salah satu member SAC menambahkan jika club yang ia ikuti kini dihuni oleh berbagai generasi dengan kisaran umur yang beragam. Mulai dari 20 tahunan, 30 tahunan hingga yang sudah punya cucu. Setiap Jumat malam, club ini melakukan kopi darat di depan Toko Buku Merbabu. “Kalau kopdar paling cuman 5 sampai 6 motor. Soalnya, anggota yang senior sudah tidak kuat keluar malam. Jadi kebanyakan yang muda-muda saja yang kopdar,” tambahya.

Tidak bisa bertemu setiap seminggu sekali, akhirnya SAC memberlakukan sistem kopdar keliling (kopling) di masing-masing rumah anggota demi mengakrabkan tali silaturahmi antara member dan keluarga member. “Setiap satu bulan sekali, ada kopdar keliling. Jadi walaupun tidak bertemu saat kopdar rutin, tetap bisa silaturahmi saat kopdar keliling yang sifatnya wajib bagi semua member untuk datang,” katanya.

Cara tersebut, kata dia, lebih tepat sasaran. Lebih bisa mengintensifkan silaturahmi antaranggota. Bahkan dalam acara kopdar keliling, wajib hukumnya bagi member yang sudah menikah untuk membawa istri dan anak-anaknya. Aturan tersebut diberlakukan saat touring yang dilakukan setahun sebanyak 3 kali. “Antarmember dan keluarga jadi ada kedekatan. Istri bisa kumpul sama para istri. Jadi nggak garing ketika member pria ngomongin otomotif. Kalau pas touring ya sekalian piknik,”candanya.

Pihak club sendiri mendorong kepada setiap member ataupun anggotanya untuk mematuhi aturan lalulintas, mengedepankan safety riding dan masih banyak lagi. Bahkan setiap touring ataupun berkendara di jalan, member SAC wajib menghormati pengendara jalan lainnya. “Tujuannya agar club atau komunitas ini tidak dicap sebagai pengendara yang arogan. Jadi setiap anggota wajib menghargai pengendara lainnya,” ungkapnya.

Bagi yang tertarik menjadi member, bisa datang langsung setiap Jumat malam sekitar pukul 10.00 malam di depan toko buku Merbabu. SAC siap mengakomodasi anggota baru tanpa syarat dan ketentuan yang ribet. Hanya dengan komitmen menambah persaudaraan dan rasa kekeluargaan antarmember. “Di club ini tidak ada senior atau junior, semuanya sama, asalkan punya komitmen tetap loyal dan menambah saudara,” tutupnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diterpa Angin, Tiang PJU Roboh

DUA tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Suratmo Manyaran Semarang Barat, Sabtu (26/8) kemarin, roboh. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00. Beruntung saat...

Bukannya Jera, Ulangi Lagi Saat Bebas

RADARSEMARANG.COM - Para pelaku kejahatan yang masih kategori anak-anak atau berusia di bawah 18 tahun (berdasarkan UU yang berlaku), seharusnya diperlakukan khusus sesuai hak...

Sulap Halaman Sekolah Jadi Agrowisata

KENDAL—SMK 6 Kendal memiliki terobosan baru dengan membuat tempat agrowisata. Hasilnya cukup bagus. Terbukti, banyak warga dan sekolah-sekolah TK yang penasaran dan berwisata di...

Banjir Bandang Empat Tewas dan Dua Hilang

MUNGKID-Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sepanjang Sabtu sore (29/4) kemarin, menyebabkan banjir bandang di Hulu Sungai Elo Kabupaten Magelang. Banjir menerjang permukiman...

Kampung Hebat Lombakan 7 Kategori

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Jawa Pos Radar Semarang akan menggelar lomba Kampung Hebat 2018-2019 di Kota Semarang. Tujuannya, untuk meningkatkan pemerataan pembangunan...

Kebut Pengesahan Coach Vincenzo

RADARSEMARANG.COM - SETELAH Resmi dikontrak, kini manajemen tim PSIS Semarang terus mengebut proses pengesahan pelatih anyar mereka Vincenzo Alberto Annese agar bisa segera mendampingi...