33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Jokowi : Siap Sambut Mudik Lebaran

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan jika Tol Semarang – Solo seksi 3 ruas Bawen-Salatiga siap dioperasionalkan secara fungsional pada triwulan II tahun 2017 ini. Hingga akhir Maret, dipastikan progres konstruksi untuk seksi 3 Bawen-Salatiga telah mencapai 97 persen.

Hal itu dinyatakan oleh Presiden Jokowi saat meninjau progres pengerjaan Tol Semarang–Solo ruas Bawen–Salatiga, Sabtu (8/4) kemarin. “Saat musim arus mudik-balik, jalan tol sepanjang 17,50 kilometer ini, dapat beroperasi secara fungsional,” ujar Jokowi.

Proses cut and field pada sisi bukit Polosiri Kecamatan Bawen diakui Jokowi merupakan kendala. Pasalnya, proses pengerukan masih menyisakan sedikitnya 140 ribu kubik tanah dan bebatuan. Sehingga mengganggu jalannya proyek pengerjaan tol di ruas tersebut.

Secara keseluruhan, selain Bukit Polosiri, pembangunan Tol Semarang–Solo memang terkendala kondisi geografis wilayah. Dimana masing-masing ruas memiliki bukit-bukit yang harus dikepras.

“Memang problem yang paling berat di ruas Bawen ini, berhadapan dengan bukit-bukit yang memerlukan pemotongan dan harus membawa tanah itu menuju ke tempat lain,” katanya.

Adapun jumlah tanah yang harus digali awalnya pada bukit Polosiri tersebut mencapai 2 juta meter kubik. Saat ini masih menyisakan 140 ribu meter kubik saja. Sehingga, beberapa peralatan berat dan SDM (Sumber Daya Manusia) juga ditambah.

Kondisi cuaca ekstrim diakuinya menjadi kendala dalam proses pengerukan material pada pengerjaan pembangunan tol. “Ruas Bawen-Salatiga bertahun-tahun tidak bisa selesai, karena masalah pembebasan lahan. Tetapi kini, hampir di setiap ruas setiap seksi, 97 persen lahan sudah terbebaskan,” katanya.

Jokowi juga menegaskan jika selain Tol Semarang–Solo, beberapa pembangunan tol yang lain seperti Jakarta–Semarang juga akan rampung pada 2018 nanti. “Saya sudah sampaikan ke Menteri PUPR tinggal konstruksi. Kita berharap 2018 akhir, Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Surabaya dapat tersambung. Dilanjutkan ke arah timur Surabaya-Banyuwangi 2019, bisa tersambung,” ujarnya.

Ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Jokowi nekad menerobos hujan saat peninjauan progres pengerjaan tol di ruas Bawen tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Heri Trisaputra Zuna yang hadir dalam kesempatan itu, mengakui jika dalam pembangunan di ruas Bawen–Salatiga tersebut memang terkendala cuaca dan kondisi medan.

“Namun kita optimistis. Kami kerja keras untuk itu, artinya peralatan kami maksimalkan, teknologi juga akan kita coba. Tetapi memang curah hujannya tinggi dan ekstrim. Peralatan sudah banyak,” katanya.

Terkait dengan pembebasan lahan, beberapa waktu lalu memang mengalami kendala terkait pendanaan. Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kehabisan dana untuk pembebasan lahan jalan tol tahun ini.

Bahkan hal itu sempat membuat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Semarang–Solo khawatir, jalan tol yang targetnya beroperasi Lebaran tahun ini terhambat, jika tidak ada dana talangan untuk pembebasan lahan.

Pada kesempatan itu, Heri mengatakan jika dana talangan sebesar Rp 500 miliar tersebut sudah digunakan. “Disini belum terpakai semua. Itu tinggal bayar. Kami melihat, soal pembebasan lahan tidak menjadi masalah,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...