33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Feminim dengan Sneakers Bling-Bling

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

 SEMARANG – Era sneakers masih berjaya di tahun 2017. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini sejumlah detail banyak diaplikasikan. Diantaranya bling-bling dan embroidery.

Seperti sejumlah koleksi yang dikeluarkan oleh brand Rotelli baru–baru ini. Alas kaki berdesain sporty dengan balutan bling-bling menonjolkan sisi feminim pemakai tanpa meninggalkan kenyaman.

Advertising and Promotion Manager PT Karyamitra Budisentosa, Erizca Chrisnina mengungkapkan, mobilitas tinggi menjadikan segi praktis dan kenyamanan sebagai salah satu syarat utama dalam pemilihan produk fashion, termasuk halnya alas kaki. “Orang sekarang cenderung mencari yang nyaman. Oleh karena itu di 2017, koleksi kita kebanyakan sneakers,” ujarnya.

Namun begitu, sisi feminim yang identik dengan brand berlisensi dari Italia ini tetap tidak ditinggalkan. Salah satunya dengan membubuhkan bling bling yang menjadikannya lebih fleksibel digunakan dalam berbagai suasana. Kasual hingga formal.

“Detail yang kami bubuhkan menepis kesan yang terlalu kasual tapi juga nggak ribet. Jadi bisa digunakan dalam berbagai kesempatan. Baik untuk tampilan kasual, untuk kerja maupun untuk acara-acara formal,” ujarnya.

Begitu juga dengan pilihan warna yang mulai beragam dan lebih berani. Ya, bila tahun sebelumnya warna putih mendominasi tren sneakers, tahun ini lebih banyak diimbangi dengan warna netral lainnya seperti hitam, coklat dan abu-abu.

“Warna netral masih banyak dicari karena lebih mudah dipadupadan dengan busana yang dikenakan. Selain itu detail bling bling yang dibubuhkan juga sudah membuatnya lebih menonjol. Hanya saja, sekarang konsumen juga sudah mulai berani menggunakan warna-warna yang lebih beragam, jadi kami hadirkan juga,” ujarnya.

Sedangkan untuk material, bahan kulit dipilih karena dinilai lebih awet dan memiliki tingkat kelenturan yang cukup tinggi. Sehingga pengguna tetap nyaman selama beraktivitas. “Bahan kulit ini baik di bagian dalam dan luar. Jadi lentur,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tempat Ibadah Milik Umat, Bukan Perseorangan

SEMARANG- Terkait tanda daftar Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) di seluruh Indonesia yang mengeluarkan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha. sedangkan untuk Vihara dan...

Pariwisata Tumbuh, UKM Berdaya Saing, Pertanian Makmur

Tiga plafon program unggulan Pemerintah Kabupaten Magelang ada di sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian. Ketiganya mulai menunjukkan progress perkembangan yang siginifikan. RADARSEMARANG.COM - INDIKATOR perkembangan...

Warga Miskin Tak Kebagian

SEMARANG – Warga miskin makin kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram saat terjadi kelangkaan seperti sekarang. Pasalnya, mereka hanya punya satu tabung saja. Tidak...

Belajar Persamaan Akuntansi lewat Permainan

RADARSEMARANG.COM - MINDSET peserta didik ketika mendengar akuntansi adalah menghitung “duit setan” yang artinya menghitung uang banyak tapi tidak ada uangnya. Dari mindset tersebut,...

Pands Andalkan Kain Sifon dan Katun Spandek

RADARSEMARANG.COM - KESADARAN orang tua terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai keagamaan yang menguat, mendorongnya mendidik sang anak untuk melakukan hal yang sama. Implementasi tersebut semakin...

Bank Wakaf Mikro Ditambah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan bank wakaf mikro. Hal ini sebagai salah satu alternative dalam menyalurkan dana pinjaman bagi masyarakat, sehingga...