33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Desak Pemkot Perbaiki Pagar Pembatas

Penghuni Rusunawa Khawatir

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

SEMARANG – Warga penghuni Rumah Susun Warga (Rusunawa) Blok C Kaligawe Kecamatan Gayamsari, masih berduka atas insiden meninggalnya Wandafa Aldiansah, 3, yang jatuh dari tangga lantai tiga. Atas kejadian tersebut, warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk secepatnya melakukan perbaikan pagar pembatas. Hal itu, untuk mengantisipasi terjadinya kembali insiden bocah terjatuh dari lantai atas yang sudah dua kali hingga menimbulkan korban jiwa.

Salah satu penghuni Rusunawa Kaligawe, Rahayu, 47, mengakui kondisi Rusunawa di Kaligawe utamanya Blok C, sangat memprihatinkan. Pasalnya pagar pembatas di tangga sudah tidak layak. Sehingga harus secepatnya diganti agar tidak menimbulkan kejadian serupa.

“Sebenarnya sudah tidak layak, besinya sudah banyak yang kropos. Kalau tidak secepatnya diganti, ya berbahaya,” ungkap penghuni Rusunawa Blok C saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (8/7) kemarin.

Sedangkan dari empat lantai Rusunawa di Blok C, ada 90 ruang/kamar. Masing-masing lantai terdapat 30 kamar. Dan hampir setiap penghuni kamar tersebut memiliki anak kecil. “Disini banyak anak kecil. Hampir semua penghuni di tiap kamar, memiliki anak kecil. Makanya, tangganya harus dibuat pagar pembatas. Kalau bisa dibuat permanen,” tegasnya.

Rahayu mengakui, insiden bocah jatuh dari tangga lantai atas bukan yang pertama di Rusunawa Kaligawe. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi menimpa bocah bernama Adrian Laksana Prasetyo, 5, jatuh dari tangga lantai lima di Blok G Rusunawa Kaligawe Kota Semarang, pada Rabu, 29 September 2016.

“Waktu itu, kalau gak salah anak itu (Adrian, red) mau mengambilkan sandal adiknya yang jatuh dari balkon. Terus jatuh. Alhamdulillah selamat, tidak apa-apa,” terangnya.

Terkait pernah tidaknya pemerintah melakukan perbaikan fasilitas, Rahayu mengakui, untuk di Blok C belum pernah dilakukan. Namun, setelah kejadian insiden bocah jatuh di tangga Blok G, pemerintah berjanji akan melakukan perbaikan pagar pembatas di Blok C juga. Hanya saja, sampai sekarang belum terealisasi.

“Dulu sudah ada pertemuan, rencana mau memperbaiki pagar pembatas disini yang sudah keropos. Tapi sampai sekarang belum ada. Kemarin pas kejadian disini, baru dari warga memasangi dengan bahan seadanya,” terangnya.

Pihaknya berharap pemerintah melakukan perbaikan fasilitas lainnya yang menjadi keluhan para penghuni di Rusunawa Kaligawe. Pasalnya bangunan tersebut sudah banyak yang bocor. Padahal, para penghuni Rusunawa telah melakukan pembayaran setiap bulannya. “Memang setiap bulan berbeda-beda. Kalau menempatinya di lantai dua bayarnya perbulan Rp 100 ribu. Kalau dilantai tiga Rp 90 ribu. Makin tinggi makin murah. Harapan kami, ada perbaikan,” pungkasnya.

Sementara, Camat Gayamsari Bambang Purnomo Adji mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkot Semarang dan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman untuk melakukan inventarisasi terkait kekurangan maupun kendala di Rusunawa.

“Kemarin sore sampai malam, saya sudah berkoordinasi terus dengan Pak Wali Kota dan Bu Wakil Wali Kota. Termasuk tadi siang, saya datang ke rumah duka. Minggu depan, antara Senin atau Selasa, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk diinventarisir,” katanya.

Lanjut Bambang menegaskan kondisi yang paling utama dilakukan pembenahan pada lingkungan Rusunawa tersebut adalah melakukan perbaikan pagar pengaman atau pembatas. Agar insiden serupa tidak terulang lagi. Menurutnya, pagar pengaman atau pembatas di lokasi tersebut sudah banyak yang keropos dan perlu segera dilakukan perbaikan.

“Pagar disitu sudah lama, sudah karatan dan jebol. Kemarin warga swadaya dikasih pring. Sehingga bisa ditembok permanen dan ditinggikan. Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Permukiman pada saat layat dan beliau sudah tahu kondisi disitu. Semoga minggu depan sudah akan dilakukan follow up supaya kejadian kemarin tidak terulang,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang, Muthohar mengaku telah berkoordinasi dengan pihak UPTD Rusunawa Kaligawe terkait pengajuan anggaran perbaikan. Namun demikian, Muthohar enggan membeberkan jumlah anggarannya. “Sekarang murni berjalan, anggarannya nanti masuk ke perubahan. Tapi untuk mengantisipasi, kami akan memakai anggaran pemeliharaan. Seperti di (Rusun) Pekunden kan ada. Tahun kemarin dapat Rp 700 juta dari APBD Murni. Tahun 2017 dapat Rp 400 juta. Kalau di Kaligawe nanti kami rencanakan untuk perubahan,” katanya.

Muthohar meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Pihaknya sebenarnya sudah bermaksud melakukan perbaikan. Hanya saja, tujuan tersebut belum kesampaian dan pihaknya posisi baru menjabat tiga bulan.

“Kebetulan saya juga baru tiga bulan, saya sudah keliling dan mau memperbaikinya. Tapi kedahuluan ada kejadian. Saya mohon maaf kepada masyarakat, mudah-mudahan ke depan tidak ada kejadian serupa. Kami menghimbau kepada seluruh penghuni untuk berhati-hati. Apabila di lokasi menemukan hal-hal yang membahayakan, saya dikasih tahu secepatnya, disamping saya juga punya UPTD,” pungkasnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan Pemkot termasuk UPTD Rusunawa Kaligawe dan pemangku wilayah setempat. Pada intinya, konsolidasi tersebut akan mengevaluasi terkait pengamanan pagar di dalam semua blok Rusunawa tersebut. “Kami berusaha melakukan keselamatan. Kami akan mendorong adanya win win solution. Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemkot,” terangnya.

Terkait insiden tersebut apakah akibat kelalaian pihak pengelola, Dedy mengatakan pihaknya telah menghubungi pihak pengelola. Bahkan pihak pengelola bersedia hadir di Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan. “Pengelola sudah ditelepon. Yang bersangkutan baik dari rumah susun maupun pengelola, mau datang ke Polsek. Rencananya Senin, janjinya gitu. Kita juga tidak bisa memaksa. Karena, kalau ada kaitanya dengan hukum, harus ada laporan aduan dari warga ataupun orangtua korban,” jelasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Peroleh Hibah Rp 10 Juta

UNGARAN–Sebanyak seribu kelompok kesenian di Kabupaten Semarang mendapat dana hibah senilai masing-masing Rp 10 juta dari APBD tahun 2017. Pemberian hibah tersebut dimaksudkan untuk...

Joko Umboro Bisa Jadi Tersangka

”Kasus BRT masih berkembang terus. Ya, nanti akan kita lakukan pemanggilan (Joko Umboro Jati). Jangan khawatir, pasti akan kita panggil satu per satu.” Kombes...

Pelayanan Kesehatan Sambangi Desa Damarwulan

KELING-Program Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan dari Djarum Foundation bersama Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN), menyambangi Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan CSR pengobatan massal...

Beli Makanan, Pengunjung Wajib Gunakan Kupon

Selama tiga hari, 24-26 Agustus,  Karang Taruna Cakra Amarta Selomerto menggelar festival kuliner dan permainan tradisional di Pasar Selomerto. Seperti apa? YANG menarik dari festival...

Fokus Kembangkan Industri Kreatif

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus menggenjot tumbuhnya wirausahawan baru, dalam memenuhi targenya menciptakan 10.000 lapangan kerja baru bagi warganya maka Pemkab terus...

Operasi Candi

RADARSEMARANG.COM - Anggota Satlantas Polres Magelang Kota memeriksa sepeda motor, Rabu (7/3) kemarin di ruas Jalan Canguk Magelang Utara. Selama 2 hari Operasi Keselamatan...