33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Desak Pemkot Perbaiki Pagar Pembatas

Penghuni Rusunawa Khawatir

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Warga penghuni Rumah Susun Warga (Rusunawa) Blok C Kaligawe Kecamatan Gayamsari, masih berduka atas insiden meninggalnya Wandafa Aldiansah, 3, yang jatuh dari tangga lantai tiga. Atas kejadian tersebut, warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk secepatnya melakukan perbaikan pagar pembatas. Hal itu, untuk mengantisipasi terjadinya kembali insiden bocah terjatuh dari lantai atas yang sudah dua kali hingga menimbulkan korban jiwa.

Salah satu penghuni Rusunawa Kaligawe, Rahayu, 47, mengakui kondisi Rusunawa di Kaligawe utamanya Blok C, sangat memprihatinkan. Pasalnya pagar pembatas di tangga sudah tidak layak. Sehingga harus secepatnya diganti agar tidak menimbulkan kejadian serupa.

“Sebenarnya sudah tidak layak, besinya sudah banyak yang kropos. Kalau tidak secepatnya diganti, ya berbahaya,” ungkap penghuni Rusunawa Blok C saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (8/7) kemarin.

Sedangkan dari empat lantai Rusunawa di Blok C, ada 90 ruang/kamar. Masing-masing lantai terdapat 30 kamar. Dan hampir setiap penghuni kamar tersebut memiliki anak kecil. “Disini banyak anak kecil. Hampir semua penghuni di tiap kamar, memiliki anak kecil. Makanya, tangganya harus dibuat pagar pembatas. Kalau bisa dibuat permanen,” tegasnya.

Rahayu mengakui, insiden bocah jatuh dari tangga lantai atas bukan yang pertama di Rusunawa Kaligawe. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi menimpa bocah bernama Adrian Laksana Prasetyo, 5, jatuh dari tangga lantai lima di Blok G Rusunawa Kaligawe Kota Semarang, pada Rabu, 29 September 2016.

“Waktu itu, kalau gak salah anak itu (Adrian, red) mau mengambilkan sandal adiknya yang jatuh dari balkon. Terus jatuh. Alhamdulillah selamat, tidak apa-apa,” terangnya.

Terkait pernah tidaknya pemerintah melakukan perbaikan fasilitas, Rahayu mengakui, untuk di Blok C belum pernah dilakukan. Namun, setelah kejadian insiden bocah jatuh di tangga Blok G, pemerintah berjanji akan melakukan perbaikan pagar pembatas di Blok C juga. Hanya saja, sampai sekarang belum terealisasi.

“Dulu sudah ada pertemuan, rencana mau memperbaiki pagar pembatas disini yang sudah keropos. Tapi sampai sekarang belum ada. Kemarin pas kejadian disini, baru dari warga memasangi dengan bahan seadanya,” terangnya.

Pihaknya berharap pemerintah melakukan perbaikan fasilitas lainnya yang menjadi keluhan para penghuni di Rusunawa Kaligawe. Pasalnya bangunan tersebut sudah banyak yang bocor. Padahal, para penghuni Rusunawa telah melakukan pembayaran setiap bulannya. “Memang setiap bulan berbeda-beda. Kalau menempatinya di lantai dua bayarnya perbulan Rp 100 ribu. Kalau dilantai tiga Rp 90 ribu. Makin tinggi makin murah. Harapan kami, ada perbaikan,” pungkasnya.

Sementara, Camat Gayamsari Bambang Purnomo Adji mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkot Semarang dan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman untuk melakukan inventarisasi terkait kekurangan maupun kendala di Rusunawa.

“Kemarin sore sampai malam, saya sudah berkoordinasi terus dengan Pak Wali Kota dan Bu Wakil Wali Kota. Termasuk tadi siang, saya datang ke rumah duka. Minggu depan, antara Senin atau Selasa, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk diinventarisir,” katanya.

Lanjut Bambang menegaskan kondisi yang paling utama dilakukan pembenahan pada lingkungan Rusunawa tersebut adalah melakukan perbaikan pagar pengaman atau pembatas. Agar insiden serupa tidak terulang lagi. Menurutnya, pagar pengaman atau pembatas di lokasi tersebut sudah banyak yang keropos dan perlu segera dilakukan perbaikan.

“Pagar disitu sudah lama, sudah karatan dan jebol. Kemarin warga swadaya dikasih pring. Sehingga bisa ditembok permanen dan ditinggikan. Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Permukiman pada saat layat dan beliau sudah tahu kondisi disitu. Semoga minggu depan sudah akan dilakukan follow up supaya kejadian kemarin tidak terulang,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang, Muthohar mengaku telah berkoordinasi dengan pihak UPTD Rusunawa Kaligawe terkait pengajuan anggaran perbaikan. Namun demikian, Muthohar enggan membeberkan jumlah anggarannya. “Sekarang murni berjalan, anggarannya nanti masuk ke perubahan. Tapi untuk mengantisipasi, kami akan memakai anggaran pemeliharaan. Seperti di (Rusun) Pekunden kan ada. Tahun kemarin dapat Rp 700 juta dari APBD Murni. Tahun 2017 dapat Rp 400 juta. Kalau di Kaligawe nanti kami rencanakan untuk perubahan,” katanya.

Muthohar meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Pihaknya sebenarnya sudah bermaksud melakukan perbaikan. Hanya saja, tujuan tersebut belum kesampaian dan pihaknya posisi baru menjabat tiga bulan.

“Kebetulan saya juga baru tiga bulan, saya sudah keliling dan mau memperbaikinya. Tapi kedahuluan ada kejadian. Saya mohon maaf kepada masyarakat, mudah-mudahan ke depan tidak ada kejadian serupa. Kami menghimbau kepada seluruh penghuni untuk berhati-hati. Apabila di lokasi menemukan hal-hal yang membahayakan, saya dikasih tahu secepatnya, disamping saya juga punya UPTD,” pungkasnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan Pemkot termasuk UPTD Rusunawa Kaligawe dan pemangku wilayah setempat. Pada intinya, konsolidasi tersebut akan mengevaluasi terkait pengamanan pagar di dalam semua blok Rusunawa tersebut. “Kami berusaha melakukan keselamatan. Kami akan mendorong adanya win win solution. Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemkot,” terangnya.

Terkait insiden tersebut apakah akibat kelalaian pihak pengelola, Dedy mengatakan pihaknya telah menghubungi pihak pengelola. Bahkan pihak pengelola bersedia hadir di Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan. “Pengelola sudah ditelepon. Yang bersangkutan baik dari rumah susun maupun pengelola, mau datang ke Polsek. Rencananya Senin, janjinya gitu. Kita juga tidak bisa memaksa. Karena, kalau ada kaitanya dengan hukum, harus ada laporan aduan dari warga ataupun orangtua korban,” jelasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PASI Fokus Regenerasi Atlet

SEMARANG – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng saat ini tengah fokus melakukan pembinaan untuk mempercepat regenerasi atlet Jateng. Mereka nantinya akan diandalkan...

Disnaker Klaim Tak Ada Lonjakan Jumlah TKA

UNGARAN–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang mengklaim tidak ada lonjakan jumlah Tenaga Kerja Aing (TKA) yang saat ini bekerja di perusahaan wilayahnya. Menyusul diberlakukannya...

Hafal Alquran, Pernah Belajar di Ponpes Yusuf Mansur

RADARSEMARANG.COM - Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Muhammad Wahyono, 20, untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat. Meski tidak punya kedua tangan dan kedua kaki, dirinya...

Gadis-Gadis Satpol PP Digerayangi Senior

SEMARANG - Dua gadis anggota honorer baru di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, merasa menjadi korban pelecehan seksual saat dilakukan kegiatan...

Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Menyusul aksi teror bom Surabaya yang menewaskan belasan orang dan puluhan terluka, aparat Kepolisian Resor Kota Magelang meningkatkan pengamanan tempat ibadah,...

Festival Sejuta Buku Jateng 2018

RADARSEMARANG.COM - DINAS Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang 3G Production menyelenggarakan Festival Sejuta Buku Jateng 2018 yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu, 9 Mei...