32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Tolak Ormas Anti Pancasila

SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kecewa terhadap pemerintah terkait sikapnya kepada ormas anti Pancasila. Pemerintah dinilai tidak tegas dengan gerakan-gerakan yang membahayakan ideologi negara. “Kami kecewa terhadap sikap pemerintah yang lembek terhadap ormas yang jelas-jelas anti Pancasila dan NKRI,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jateng, Nur Shoib.

Ia menambahkan, mestinya demokrasti tetap ada batasnya. Meskipun dalam negara demokrasi tidak dibenarkan jika gerakan-gerakannya bertentangan dengan Pancasila. Argumennya selalu saja bahwa dalam negara yang demokratis, semua berhak berekspresi dan mengungkapkan pendapat.

“Tapi jika kebebasan berekspresi dan  mengungkapkan pendapatnya justru melawan negara, ya itu melanggar hukum. Tindak tegas harusnya,” ujarnya.

Shoib menyinggung maraknya gerakan-gerakan ormas pengusung khilafah yang bebas mengadakan kegiatan dengan menggunakan fasilitas umum. Dia menilai, pemerintah dan aparat penegak hukum terlalu longgar memberikan izin kegiatan dengan menggunakan fasilitas negara.

Pemerintah dan aparat penegak hukum (polisi) tidak tegas. Di beberapa wilayah memberikan izin keramaian terhadap terselengaranya kegiatan yang ingin mengubah sistem ketatanegaraan serta ideologi negara Pancasila.

“Ibaratnya NKRI ini ibarat kapal besar yang banyak lubangnya dan NU sedang berusaha menambal lubang-lubang itu melalui gerakan kaderisasi, deradikalisasi, penguatan NKRI dan lainnya. Jadi ketika ada orang lain mencoba melubangi kapal itu dan dibiarkan, maka sia sialah kerja NU menambal lubang itu,” tambahnya.

PWNU Jateng justru khawatir jika aparat membiarkan keadaan ini akan terjadi konflik sosial. untuk itu, harus ada tindakan dari aparat penegak hukum, agar tidak terjadi konflik horisontal. “Pemerintah tidak boleh duduk manis menonton Banser bentrok dengan pengusung khilafah. Jika gerakan khilafah tetap dibiarkan maka program deradikalisasi juga tak ada artinya,” tambahnya. (fth/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here