Beranda Berita Semarang Penegakan Hukum Masih Abaikan Keadilan

Penegakan Hukum Masih Abaikan Keadilan

Others

SEMARANG – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antazari Azhar menilai penegakan hukum di Indonesia selama ini masih mengabaikan nilai-nilai keadilan. Bahkan, dalam beberapa kasus, penegakan hukum sarat dengan berbagai kepentingan. Kondisi ini secara tidak langsung menghilangkan ruh hukum yang seharusnya menjadi penegak keadilan.

”Hukum kita masih terlalu kaku dan jelas sangat mengabaikan nilai-nilai keadilan,” katanya dalam kegiatan Diskusi Publik ”Quo Vadis Penegakan Hukum Indonesia” di Hall Utama Gombel Golf Semarang, kemarin.

Ia mencontohkan, pemerintah daerah seringkali melakukan penindakan terhadap pedagang kaki lima (PKL) dengan dalih penegakan perda. Tetapi masalahnya, ketika ditertibkan berbagai barang dagangan kemudian diambil dan tidak dikembalikan. ”Secara penegakan hukum tidak salah, tetapi nilai keadilan di mana? Harusnya kalau memang ditindak ya barang-barangnya dikembalikan, bukan malah diambil,” tegasnya.

Antazari Azhar yang sempat menjadi narapidana ini juga sempat curhat dengan kasus yang dialaminya. Ia menilai selama ini penegakan hukum masih belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan dan kemanfaatan untuk manusia. Untuk itu, dibutuhkan perubahan paradigma dari penegakan hukum menuju penegakan keadilan. ”Ketika adil tercapai, otomatis asas kepastian dan kemanfaan hukum terwujud dengan sendirinya,” tambahnya.

Dosen Fakultas Hukum Unissula Semarang, Jawade Hafidz menilai memang penegakan hukum masih jauh dari rasa keadilan. Penegak hukum terfokus hanya dalam hukum yang tertulis, dan masih belum bisa menerapkan hukum yang memanusiakan manusia. ”Harusnya hukum itu untuk manusia, bukan manusia untuk hukum. Ini yang harus diluruskan,” katanya.

Sebagai dosen, ia selalu menekankan kepada mahasiswa bisa menerapkan hukum berbasis religi. Nilai-nilai religius itu harus menjadi tuntunan agar penegakan dan jalan hukum di Indonesia tidak melenceng. Terlebih dalam amar putusan selalu diawali dengan demi keadilan dan dikaitkan dengan nilai-nilai Ketuhanan. ”Keadilan ini merupakan tujuan utama. Karena hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah. Jadi ketika nilai religius diterapkan, hukum bisa berjalan sesuai relnya untuk keadilan,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here