33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pemeran Film Night Bus Sapa Penonton Platinum Cineplek Magelang

Perjalanan dan Teror Mencekam dalam Bus Malam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pemutaran film Night Bus garapan sutradara Emil Heradi di Platinum Cineplex Magelang menuai pujian. Terlebih, 5 pemeran penting dalam film tersebut hadir menyapa penggemarnya, Kamis (7/4) malam. Mereka adalah Tio Pakusadewo, Rahael Ketsia, Hana Prinantina, Alex Abbad, dan Teuku Rifnu Wikana.

NIGHT Bus menjadi debut perdana Darius Sinathrya sebagai produser film. Film ini bercerita tentang perjalanan sebuah bus malam  Babad, dari terminal keberangkatan Kota Rampak menuju daerah konflik Kota Sampar. Dalam bus tersebut, para penumpang mempunyai tujuan masing-masing.

Selama perjalanan, banyak tragedi pilu yang mampu menguras emosi, juga air mata. Kontak senjata antara pasukan Sampar Merdeka (Samerka) dengan aparat pemerintah kental terlihat. Lalu, bandit-bandit yang melucuti harta para penumpang bus. Teror mencekam terjadi sepanjang perjalanan menuju Kota Sampar.

Teuku Rifnu Wikana yang juga produser film ini mengatakan, sebelum film ini dibuat, ia menulis cerpen berjudul “Selamat” yang menceritakan perjalanannya menuju suatu daerah konflik. Lalu, ia mengumpulkan teman-temannya untuk mewujudkan itu menjadi sebuah film.

“Namun karena kendala di beberapa production house (PH) belum ketemu yang cocok, maka kita mencari jalan sendiri dan di 2014 ketemu sama Darius serta dukungan dari  rekan-rekan lain, film ini menjadi lengkap. Penggarapannya sekitar 1 tahun 9 bulanan,” kata Rifnu yang juga berperan sebagai kernet bus Babad.

Aktor senior Tio Pakusadewo menambahkan, film dengan setting terbatas ini bukan berarti kreativitasnya dibatasi oleh ruang. Justru menantang, karena dengan ruang yang tidak luas, namun bisa menghasilkan karya yang berkualitas. “Jadi terbatas itu jangan diartikan hanya di dalam bus saja loh. Karena juga di luar. Misalnya saat bus berhenti, di situlah terjadi konflik,” ujarnya.

Dikatakan Alex Abbad, film ini memang terbilang unik dan baru. Selama ini, kata dia, belum ada film Indonesia yang mewakili bentuk cerita seperti dalam film Night Bus dan karakter-karakter  yang ada. “Dari dua hal yang berbeda itu membuat film ini menjadi sesuatu yang baru untuk generasi kita,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penonton, Faujun Dwi Setyo mengakui film Night Bus mewarnai dunia perfilman Indonesia. Usai menonton, ia  bisa membayangkan kondisi sebuah daerah yang sedang terjadi konflik. “Ternyata, kekerasan itu tidak mengenal korbannya siapa, dari mana, dan kondisinya seperti apa,” tutur pemuda 27 tahun ini. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Datangkan Pelatih Khusus

KENDAL - SDN 2 Boja  kerap  mewakili Kabupaten Kendal dalam kejuaraan olahraga dan seni tingkat Provinsi Jawa Tengah  dua tahun terakhir ini yakni dalam...

Usulkan Reward Desa Berkinerja Baik dan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Demak melalui rapat kerja (raker) komisi-komisi telah membahas berbagai hal terkait laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Demak akhir tahun anggaran 2017....

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Gullid Diproyeksikan Ganti Peran Yunus

SEMARANG - Head coach PSIS, Subangkit, tampaknya belum puas dengan permainan anak asuhnya di lima laga ajang Liga 2 yang telah dijalani. Pelatih asal...

Ribuan Orang Serbu Job Fair

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ribuan orang yang rata-rata berusia muda, menyerbu pendopo Kabupaten Batang. Berbekal map, fotokopi ijazah, KTP, foto dan bekal identitas diri lain,...

Dongkrak Penjualan, Rutin Gelar Event

SEMARANG - Persaingan bisnis perumahan di Kota Semarang semakin ketat. Perkembangannya pun semakin pesat. Hal ini terlihat dari sibuknya sejumlah pengembang besar maupun kecil...