33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Mbah Amin Tewas Dibunuh

Ditemukan Bersimbah Darah di Dalam Kamarnya

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KENDAL– Seorang kakek berumur 80 tahun tewas dibunuh. Mayatnya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar rumahnya Desa Juwiring Lor  RT 01 RW 19 Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, Kendal. Kondisi tubuhnya penuh dengan sabetan senjata tajam di bagian punggung dan wajah.

Kakek malang tersebut diketahui bernama Amin. Mayatnya kali pertama ditemukan oleh anaknya, Siti Ngaisah. Saat itu, seperti biasanya setiap pagi ia selalu mengantarkan makanan untuk ayahnya. Sebab, setelah ibu kandungnya meninggal, ayahnya tinggal sendiri di rumah. Sehingga tidak ada yang merawat dan memasak.

Setiap hari, ia selalu melihat ayahnya duduk di ruang tengah. Ia juga yang selalu menyajikan makanan di depannya. Namun kemarin (7/4), ia tidak melihat ayahnya duduk di ruang tengah. “Saya sempat curiga, kemudian mencari ayah ke beberapa ruangan,” katanya.

Siti pun masuk ke kamar tidur ayahnya. Alangkah terkejutnya dia melihat tubuh ayahnya sudah bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala dan punggung.  “Saya kaget lalu berteriak minta tolong pada tetangga sekitar,” tuturnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa diteruskan ke Polsek Cepiring dan Polres Kendal. Petugas Polres Kendal yang mendapatkan laporan kasus pembunuhan itu langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kesulitan meminta keterangan saksi, karena korban tinggal sendiri di dalam rumah, dan barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban belum ditemukan. Guna penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, polisi memasang police line di rumah korban.

Selain itu, polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti alat yang digunakan untuk menghabisi korban. Anjing pelacak sempat mengendus salah satu ruang di dalam kamar, namun tidak ditemukan barang bukti.

Siti mengaku jika selama ini ayahnya tidak mempunyai musuh atau permasalahan dengan orang lain. Sebab, selama ini ayahnya lebih sering berada di dalam rumah ketimbang keluar.

Kemungkinan adanya maling atau rampok, menurutnya juga tidak mungkin. Sebab, di dalam rumah juga tidak ada barang berharga. “Tidak ada barang berharga sama sekali. Karena ayah saya sudah sepuh dan sudah agak pikun,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Melihat luka di tubuh korban, besar kemungkinan Amin adalah korban pembunuhan.

“Kami masih mendalami kasus ini dengan mencari barang bukti dan memeriksa para saksi. Dugaan sementara, korban tewas dengan cara disabet menggunakan senjata tajam di kepala, wajah dan punggung,” terangnya.

Namun demikian, Kasat Reskrim belum bisa memastikan motif dan modus yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Polisi menemukan sebuah tas warna hitam berisi pakaian yang berada di sekitar rumah korban. Tapi polisi belum bisa memastikan apakah tas yang tertinggal tersebut milik pelaku atau bukan. “Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kami membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Soewondo untuk dilakukan otopsi,” katanya. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenalkan Pembelajaran Berbasis Digital

SEMARANG – Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini, ternyata secara tidak langsung menuntut guru untuk berinovasi. Cara yang dilakukan adalah ikut berselancar dalam...

Tol Semarang-Demak Digarap 2018

SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Demak dipastikan bakal terintegrasi dengan tanggul laut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) telah sepakat jika jalan tol tersebut masuk...

Polisi Bentuk Tim Serbu Copet

WONOSOBO–Jelang Lebaran, sejumlah pasar dipadati para pembeli. Maka, untuk menjaga keamanan, Polres Wonosobo membentuk tim khusus menghadapi aksi para pencopet. Per pasar, dipastikan dijaga...

Sebabkan Karambol, Sopir BRT Diamuk

SEMARANG-Sopir  Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor I, jurusan Penggaron-Mangkang, Abiyoga Tri Achmada, 24, warga Jalan Sentiyaki Baru, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara...

Polres Kebumen Musnahkan Miras

KEBUMEN – Polres Kebumen memusnahkan 1.200 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek kemarin (26/5). Tidak hanya itu, sebanyak 14.554 petasan berbagai ukuran dan...

2017 Fokus Infrastruktur Pariwisata

SEMARANG - Di 2017 ini, Pemprov Jateng akan fokus menggarap pengentasan kemiskinan dan infrastruktur pariwisata. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan, penanggulangan kemiskinan, terutama di...