28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Terhalang 250 Ribu Kubik Tanah

UNGARAN – Operasional tol Semarang-Solo ditargetkan rampung pada 2018. Meski begitu, hingga kini masih banyak ditemukan kendala dalam pengerjaannya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, mengatakan, selain faktor cuaca, yakni pengerukan tanah Bukit Polosiri yang berada di ruas Bawen-Salatiga.

”Kita harus mengeruk lagi sedalam 17 meter agar sesuai standar jalan raya. Materialnya ada 250 ribu kubik. Bagian ini memang yang paling berat,” ujar Basoeki saat meninjau pengerjaan ruas Bawen-Salatiga, Jumat (7/4).

Di sisi lain cut and fill juga terkendala jenis material, yakni tanah dan bebatuan. Belasan beghu dan alat berat lainnya sudah diturunkan supaya proses pengerukan tanah segera selesai. Saat ini, dalam sehari, pengerukan tanah hanya bisa mencapai 8 ribu meter kubik saja. Itu pun jika tidak terhalang hujan. Pengerukan Bukit Polisiri yang memiliki panjang 3,5 meter tersebut akan dilakukan dua tahap.

”Kalau hujan paling hanya 5 ribu meter kubik tanah yang bisa dikeruk di ruas yang berada di Desa Polosiri, Kecamatan Bawen ini,” katanya.

Adapun tol ruas Bawen-Salatiga memiliki panjang 17 kilometer. Dijelaskan Basoeki, untuk pembebasan lahan pembangunan tol Semarang-Solo sudah 100 persen. Pihaknya juga memastikan pada mudik Lebaran tahun ini, tol Semarang-Solo tersebut sudah bisa dilalui.

Infrastruktur yang lain seperti halnya lampu penerangan jalan dan pagar pembatas juga akan dipasang. Kalau Lebaran, sebagian sudah disemen (line concrete), itu belum rigid-nya. Saat mudik Lebaran ruas Polosiri ini sudah dibuat line concrete,” katanya.

Target fungsional, yakni pada 15 Mei 2017, sehingga saat mudik Lebaran tol Semarang-Bawen sudah bisa dilalui. Setelah Lebaran juga akan dilakukan uji kelayakan tol. Selain tol Semarang-Solo, tol Pemalang-Semarang juga akan bisa dilalui pada mudik Lebaran tahun ini.

”Tol Pemalang sampai Weleri (Kabupaten Batang) sudah bisa dilalui saat Lebaran. Namun untuk Weleri ke Semarang kita upayakan tetap pakai untuk mudik dan bisa tembus sampai Ngaliyan (Kota Semarang),” ujarnya.

Dikatakan pula oleh Basoeki, untuk trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya akan beroperasi pada 2018. Sementara untuk besaran tarif tol baru tersebut pihaknya belum bisa memberikan penjelasan. ”Tarif besarannya masih dirapatkan, sementara fokus penyelesaian dahulu,” kilahnya.

Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ali Zainal Abidin, mengatakan dalam pengerukan material tanah di Bukit Polosiri tersebut, pihaknya sudah menambah SDM (Sumber Daya Manusia). ”Supaya cepat selesai pengerukannya, karena memang faktor cuaca yang menjadi kendala,” katanya.

Diakui Ali, cuaca ekstrem tersebut sangat mengganggu jadwal proses uji kelayakan tol ruas Bawen-Salatiga. Direncanakan, uji kelayakan akan dilakukan pada pertengahan April mendatang.

Meski begitu dari perhitungan TMJ, pengerjaan untuk ruas Bawen-Salatiga tersebut sudah mencapai 96 persen. ”Melihat kondisi ini, proses uji kelayakan memang baru bisa dilaksanakan pada pertengahan April nanti,” katanya.

TMJ sendiri merencanakan akan membagi dua tahap pada proses uji kelayakan ruas tol tersebut. Pada tahap pertama, uji kelayakan akan dilakukan mulai Jembatan Tuntang hingga exit tol Tingkir. Tahap dua meliputi Bawen hingga Jembatan Tuntang. (ewb/aro/ce1)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here