33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Rusunawa Buruh Masih Mangkrak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KENDAL—Rumah Susun Sedehana sistem Sewa (Rusunawa) untuk para buruh di Kelurahan Kebondalem yang telah diserah terimakan sejak akhir tahun 2016 kemarin hingga ini kondisi mangkrak. Bangunan yang terdiri dari 99 unit setinggi lima lantai tersebut belum difungsikan.

Kepala UPTD Rusunawa pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal, Sugiyono mengatakan Rusunawa tersebut rencananya diperuntukkan khusus bagi pekerja di Kendal yang masih lajang.

Dijelaskannya Rusunawa tersebut berbeda dengan dua bangunan Rusunawa lain yang berada di sebelahnya. Sehingga regulasi yang mengaturnya pun berbeda. “Rusunawa buruh saat ini belum bisa ditempati karena sedang dalam tahap pembentukan tim seleksi dan penyusunan regulasi,” kata Sugiyono, kemarin (5/4).

Surat Keputusan baru terkait pemanfaatan diakuinya baru turun. Rencananya, tim akan melibatkan dinas-dinas terkait lainnya seperti Disnaker, Bakeuda, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan pada Setda Kabupaten Kendal untuk menyeleksi buruh yang akan menempati.

“Walaupun ketentuan penempatan untuk pekerja lajang, namun kami belum tahu apakah nantinya yang dimaksud itu untuk jenis kelamin perempuan, laki-laki, atau campur. Selain itu, saat ini masih dalam proses pembentukan tim seleksi dan penyusunan regulasi, sehingga belum bisa ditempati,” jelasnya.

Menurut Sugiyono, pihaknya baru saja dari Jakarta mengikuti rapat bersama dengan Bagian Penyediaan Perumahan (PP) pada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Diantaranya membahas Permenpera No 14 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Rusunawa dan Permenpera No 18 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Tahap Awal Rusunawa yang Dibiayai APBD dan APBN.

“Untuk kajian sebelumnya sudah pernah kami selenggarakan dengan mengunjungi contoh Rusunawa Lajang di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Saat ini tinggal menunggu regulasi jadi dulu,” paparnya.

Dikatakan, Rusunawa tersebut nantinya pada tiap-tiap unitnya akan dilengkapi dengan fasilitas seperti listrik, air dari sumur dalam, perabotan mebel seperti, tempat tidur, meja kursi tamu, dan dua kasur. Adapun biaya penempatan bagi para penghuninya atau iuran sewa dipungut biaya sebesar Rp 250 ribu per unitrnya.

Salah seroang warga, Yoga setuju jika  Rusunawa diperuntukkan pekerja yang masih lajang. “Tujuannya untuk mendidik agar lebih mandiri. Dan orang seperti saya ini bisa mendapatkan tempat hunian tanpa harus sewa mahal,” katanya. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkab Kewalahan Atasi Enceng Gondok

UNGARAN – Pemkab Semarang kewalahan mengatasi enceng gondok yang menutup permukaan Rawa Pening hingga ratusan hektare. Bupati Mundjirin berharap pemerharap bantuan dari pemerintah pusat...

Guru sebagai  Model dalam Kegiatan Belajar Mengajar

PERUBAHAN kurikulum yang terjadi di negara ini telah mempengarui perkembangan pendidikan kita. Itu dikarenakan pendidikan merupakan tolak ukur pembelajaran dalam lingkup sekolah. Proses pembelajaran...

Talud Pasar Kembang

SEJUMLAH pekerja tengah membangun talud di sungai belakang Pasar Kembang Kalisari, Semarang. Pembangunan talud ini untuk mendukung Kampung Pelangi tak jauh dari lokasi tersebut.

Petani Butuh Pasar Induk Sayur Mayur

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Petani di wilayah Demak membutuhkan keberadaan pasar induk khusus untuk grosir penjualan sayur mayur. Pasar tersebut diperlukan agar petani mudah memasarkan...

Konsumsi Sabu untuk Senang-Senang

TEMANGGUNG - Satreskrim Polres Temanggung kembali menangkap pengguna narkotika di Temanggung. Muhammad, 36, warga Kampung Jetis Kauman Kelurahan Parakan Kauman Parakan Temanggung ditangkap petugas...

Semarak, Sahur Bersama Pocari Sweat

SEMARANG-Sahur bersama Pocari Sweat dan Jawa Pos Radar Semarang berlangsung semarak, Jumat (16/6) dini hari. Ratusan peserta dari sejumlah komunitas, organisasi, dan karyawan Jawa...