33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Disdikbudpora Segera Keluarkan SE Terkait Vape

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait vape (rokok elektrik). Hal itu menyusul maraknya keluhan orang tua terkait anak SD yang mengonsumsi vape.

Kepala Disdikbudpora Dewi Pramuningsing mengungkapkan jika laporan mengenai maraknya penggunaan rokok elektrik oleh siswa belum sampai ke mejanya. Meski begitu, karena mulai marak keluhan dari orang tua siswa, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kebanarannya.“Kita belum tahu permasalahan ini, belum ada yang lapor ke kita,” ujar Dewi, Kamis (6/4).

Himbauan melalui SE kepada orang tua siswa akan segera diedarkan apabila terbukti banyak siswa SD yang mengonsumsi vape. “Kita akan segera menindak lanjuti untuk membuat Surat Edaran kepada Kepala UPTD, nantinya mereka menindak lanjuti kepada orang tua murid akan bahaya rokok elektrik itu,” ujarnya.

Tidak hanya bagi siswa SD, pihaknya juga mewanti-wanti siswa di jenjang SMP. Menurut Dewi, konsumsi vape tersebut dapat memicu siswa untuk menjadi perokok aktif. Di sisi lain, usia siswa SD dan SMP masih dibawah umur dan sangat bahaya jika menjadi perokok aktif. “Sementara itu yang bisa kita lakukan,” katanya.

Senada dengan Dewi, Pengamat Pendidikan Kabupaten Semarang, Adi Prasetyo berpendapat jika rokok elektrik tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologis siswa. Apalagi, jika hal itu dilakukan oleh siswa yang masih menempuh jenjang pendidikan dasar seperti SD dan SMP.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, yaitu antara orang tua dan pihak sekolah. Jadi tidak mungkin orang tua hanya menyerahkan pengawasan putra-putrinya ke pihak sekolah,” katanya.

Untuk mengantisipasi peredaran rokok elektrik tersebut ke siswa, maka pihak sekolah juga harus ikut berperan. Antara lain dengan cara memagari peredaran rokok elektrik di sekolah. Dari pihak orang tua, lanjutnya, peredaran rokok elektrik tersebut dapat dilakukan dengan pemberian uang saku yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah. “Jangan sampai diberikan lebih. Orang tua kan bisa menghitung berapa kebutuhan siswa ke sekolah dan di sekolah,” katanya.

Karenannya, ia berharap, pihak Pemkab Semarang lebih peka terhadap maraknya peredaran rokok elektrik tersebut yang sudah menyasar siswa-siswa sekolah dasar. “Bisa juga diberikan semacam regulasi untuk membatasinya. Seperti halnya penjual dilarang memperjual belikan rokok elektrik kepada orang yang usianya dibawah 17 tahun,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang Muhammad Nafis Munandar mengatakan pemeritah belum memiliki aturan jelas tentang rokok elektrik ini. Karena vape baru marak di masyarakat Indonesia beberapa tahun terakhir. Meski begitu, menurut Nafis sudah ada kesepakatan di kalangan komunitas vaping, vape tidak diperuntukkan anak dibawah 18 tahun. “Ini baru kesepakatan komunitas, bukan aturan pemerintah,” ujar Legislator dari Fraksi PKS itu. Karenanya, menyikapi keresahan orang tua, pemerintah perlu membuat regulasi vape. Agar jelas aturan main peredaran dan penggunaan vape. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UPTD Baru Belum Beroperasi

SEMARANG - Perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, membuat banyak perubahan teknis. Banyak dinas dipecah menjadi dua dan sebaliknya...

Janjikan Bisnis Pulsa, Tertipu Puluhan Juta

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Tim reskrim Polres Salatiga berhasil menangkap pelaku penipuan melalui dunia maya, belum lama ini. Modus penipuan yang digunakan pelaku adalah jual...

BMI Gelar Semarang Creative Expo 2018

RADARSEMARANG.COM - BANTENG Muda Indonesia (BMI) Kota Semarang mengadakan Semarang Creative Expo 2018, 7 dan 8 April 2018 di Taman Kasmaran Jalan DR Sutomo,...

Tim Saber Temukan Berbagai Pungutan

WONOSOBO—Satgas Pemberantasan Pungli Kabupaten Wonosobo menemukan berbagai pungutan yang dibebankan kepada pedagang yang berjualan di Alun-Alun Kota. Pungutan meliputi iuran kebersihan, parkir, dan iuran...

Pailit Simoplas Janggal, Edhie Minta PKY Pantau Sidang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Salah satu direktur PT Simongan Plastik Factory (Simoplas), Edhie Tejopurnomo telah mengajukan pemohonan pemantauan sidang perkara pemberesan atas kepailitan perusahaan plastik kemasan Simoplas...

Tiga Kendaraan Pemudik Tabrakan

RADARSEMARANG.COM, SLAWI - Kecelakaan dalam satu lajur terjadi tidak jauh dari gerbang tol Kertasari, Kecamatan Suradadi, Senin (11/6), sekitar pukul 04.30 WIB. Meski tidak ada...