33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Ansor Demak Deklarasi Tolak Sistem Khilafah HTI

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

DEMAK– Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak dengan tegas menolak ide khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini mengemuka dalam deklarasi tolak HTI yang digelar usai workshop kerjasama antara Ansor dengan STAIN Kudus di sebuah rumah makan di jalan lingkar selatan, Kota Demak, kemarin.

Workshop yang mengusung tema Islam dan Wawasan Kebangsaan ini diikuti ratusan kader pengurus PAC Ansor se Demak.

Ketua GP Ansor Kabupaten Demak, H Abdurrahman Kasdi, mengatakan, akhir-akhir ini marak deklarasi terkait sistem pemerintahan dengan model khilafah. Kepemimpinan negara ala khilafah tersebut dinilai dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena itu, Ansor menjadi garda terdepan dalam membela NKRI. Untuk mensikapi maraknya khilafah ini, Ansor mendeklarasikan tolak HTI,” katanya.

Abdurrahman menambahkan, adanya seruan membentuk khilafah yang didengungkan HTI menjadi salah satu ancaman dan tantangan kebangsaan.

“Perlu kita ketahui, bahwa dalam konteks kebangsaan, NU merupakan ormas paling moderat dengan menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Dengan Pancasila, memungkinkan semua orang hidup bersama-sama dalam NKRI. Tanpa Pancasila, Indonesia akan berhenti sebagai negara,” ujar dia.

Dosen STAIN Kudus, Shobirin menambahkan, Pancasila adalah hasil perjanjian bersama pada 1945. Pancasila, kata dia, berdiri di atas aneka perjanjian lain, baik bersifat lokal maupun nasional. “Indonesia majemuk baik dari segi agama, adat istiadat, ideologi, kelas sosial, etnis dan lainnya. Tapi, semua itu sudah ada perjanjian untuk menuju inklusi sosial,” katanya. (hib/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...