32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Temukan Makam Raden Kanduran di Komplek PT KLI

KENDAL—Dinas Pariwisata Kendal menemukan situs makam yang diyakini merupakan makam tokoh besar kerajaan Demak sekaligus penyebar agama Islam di Kendal. Tokoh tersebut yakni Raden Kenduran yang makamnya ditemukan di Dukuh Ngebum, Desa Mororejo.

Raden Kenduran adalah putra kelima Raden Hasan atau Raden Patah yang merupakan Raja Demak (1481-1518 Masehi). Oleh masyarakat sekitar, makam tersebut selama ini dikenal dengan makam Kyai Waqak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwsata (Dinporapar) Kendal, Tavip Poernomo mengatakan penemuan makam tersebut didasarkan pada silsilah yang telah disusun oleh Raden Tumenggung Komari Kriyo Dipuro di makam Raden Mertowidjoyo III di Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon.

Radten Mertowidjoyo III semasa hidupnya pernah bertugas menjadi Adipati Kendal (1725-1739 Masehi). Ia adalah pemegang Pusaka Kendil Wesi terakhir. “Temuan ini kemudian kami laporkan ke pada kepala desa dan para perangkatnya untuk disampaikan kepada masyarakat,” tuturnya, kemarin (6/4).

Perihal apakah nantinya makam tersebut akan dijadikan makam wisata religi seperti makam-makam  ulama lain yang ada di Bukit Jabal, Tavip belum dapat memastikannya. Pihaknya perlu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal.

Selain itu posisi makam saat ini berada di dalam kawasan pabrik PT Kayu Lapis Indonesia (KLI). Sehingga warga Mororejo maupun daerah lain kesulitan untuk masuk kecuali telah mendapatkan izin.

“Untuk hal itu, kami tidak bisa berbuat banyak. Kami serahkan sepenuhnya pada pihak desa dan masyarakatnya. Keinginan warga itu bagaimana, nah silahkan dimusyawarahkan baik-baik dengan pihak PT KLI,” jelasnya.

Tapi dari keterangan warga, tempat makam Kyai Waqak dulunya adalah komplek makam. Warga setempat juga kerap berziarah ke makam tersebut. Namun seiringnya waktu, makam-makam tersebut tidak ada dan dibangun pabrik. Yang tersisa tinggal makam Kyai Waqak yang diakui warga tidak bisa robohkan atau dipindahkan.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarkat Desa Mororejo, Gunadi membenarkannya akan keberadaan makam Kyai Waqak tersebut. Namun warga Mororejo sendiri untuk berziarah sangat kesulitan, karena makam berada di komplek pabrik.

“Warga Mororejo sendiri pun kalau mau masuk harus izin, dan prosedurnya sangat sulit. Makanya, kami berharap nantinya makam tersebut bisa dijadikan wisata religi yang tempat terbuka untuk umum. Sehingga siapapun yang berzaiarah bisa mudah masuk tanpa perlu izin,” tandasnya. (bud/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here