32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Ansor Demak Deklarasi Tolak Sistem Khilafah HTI

DEMAK– Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak dengan tegas menolak ide khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini mengemuka dalam deklarasi tolak HTI yang digelar usai workshop kerjasama antara Ansor dengan STAIN Kudus di sebuah rumah makan di jalan lingkar selatan, Kota Demak, kemarin.

Workshop yang mengusung tema Islam dan Wawasan Kebangsaan ini diikuti ratusan kader pengurus PAC Ansor se Demak.

Ketua GP Ansor Kabupaten Demak, H Abdurrahman Kasdi, mengatakan, akhir-akhir ini marak deklarasi terkait sistem pemerintahan dengan model khilafah. Kepemimpinan negara ala khilafah tersebut dinilai dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena itu, Ansor menjadi garda terdepan dalam membela NKRI. Untuk mensikapi maraknya khilafah ini, Ansor mendeklarasikan tolak HTI,” katanya.

Abdurrahman menambahkan, adanya seruan membentuk khilafah yang didengungkan HTI menjadi salah satu ancaman dan tantangan kebangsaan.

“Perlu kita ketahui, bahwa dalam konteks kebangsaan, NU merupakan ormas paling moderat dengan menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Dengan Pancasila, memungkinkan semua orang hidup bersama-sama dalam NKRI. Tanpa Pancasila, Indonesia akan berhenti sebagai negara,” ujar dia.

Dosen STAIN Kudus, Shobirin menambahkan, Pancasila adalah hasil perjanjian bersama pada 1945. Pancasila, kata dia, berdiri di atas aneka perjanjian lain, baik bersifat lokal maupun nasional. “Indonesia majemuk baik dari segi agama, adat istiadat, ideologi, kelas sosial, etnis dan lainnya. Tapi, semua itu sudah ada perjanjian untuk menuju inklusi sosial,” katanya. (hib/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here