26 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Rusunawa Buruh Masih Mangkrak

KENDAL—Rumah Susun Sedehana sistem Sewa (Rusunawa) untuk para buruh di Kelurahan Kebondalem yang telah diserah terimakan sejak akhir tahun 2016 kemarin hingga ini kondisi mangkrak. Bangunan yang terdiri dari 99 unit setinggi lima lantai tersebut belum difungsikan.

Kepala UPTD Rusunawa pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal, Sugiyono mengatakan Rusunawa tersebut rencananya diperuntukkan khusus bagi pekerja di Kendal yang masih lajang.

Dijelaskannya Rusunawa tersebut berbeda dengan dua bangunan Rusunawa lain yang berada di sebelahnya. Sehingga regulasi yang mengaturnya pun berbeda. “Rusunawa buruh saat ini belum bisa ditempati karena sedang dalam tahap pembentukan tim seleksi dan penyusunan regulasi,” kata Sugiyono, kemarin (5/4).

Surat Keputusan baru terkait pemanfaatan diakuinya baru turun. Rencananya, tim akan melibatkan dinas-dinas terkait lainnya seperti Disnaker, Bakeuda, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan pada Setda Kabupaten Kendal untuk menyeleksi buruh yang akan menempati.

“Walaupun ketentuan penempatan untuk pekerja lajang, namun kami belum tahu apakah nantinya yang dimaksud itu untuk jenis kelamin perempuan, laki-laki, atau campur. Selain itu, saat ini masih dalam proses pembentukan tim seleksi dan penyusunan regulasi, sehingga belum bisa ditempati,” jelasnya.

Menurut Sugiyono, pihaknya baru saja dari Jakarta mengikuti rapat bersama dengan Bagian Penyediaan Perumahan (PP) pada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Diantaranya membahas Permenpera No 14 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Rusunawa dan Permenpera No 18 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Tahap Awal Rusunawa yang Dibiayai APBD dan APBN.

“Untuk kajian sebelumnya sudah pernah kami selenggarakan dengan mengunjungi contoh Rusunawa Lajang di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Saat ini tinggal menunggu regulasi jadi dulu,” paparnya.

Dikatakan, Rusunawa tersebut nantinya pada tiap-tiap unitnya akan dilengkapi dengan fasilitas seperti listrik, air dari sumur dalam, perabotan mebel seperti, tempat tidur, meja kursi tamu, dan dua kasur. Adapun biaya penempatan bagi para penghuninya atau iuran sewa dipungut biaya sebesar Rp 250 ribu per unitrnya.

Salah seroang warga, Yoga setuju jika  Rusunawa diperuntukkan pekerja yang masih lajang. “Tujuannya untuk mendidik agar lebih mandiri. Dan orang seperti saya ini bisa mendapatkan tempat hunian tanpa harus sewa mahal,” katanya. (bud/zal)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here