32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Lega, Tuntaskan UNKP Seorang Diri

DEMAK- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berakhir pada Kamis (6/4) kemarin. Hal itu mengundang kelegaan tersendiri bagi Siti Istiqomah, siswi SMK Al Kautsariyyah, satu-satunya peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) yang ada di Kabupaten Demak.

Pantuan Jawa Pos Radar Semarang di SMK Bhakti Nusantara, Mranggen, tampak isti-sapaan akrabnya, begitu tenang dan fokus mengerjakan soal-soal ujian nasional kendati berada di ruangan terpisah dan seorang diri mengerjakan soal-soal tersebut.

Guru pendampingnya, Nur Aini mengaku lega dan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh anak didiknya itu. Meskipun hanya seorang diri dan terpisah dengan peserta ujian lain, tetapi tak menyurutkan semangatnya untuk mengikuti ujian nasional meskipun berbasis kertas dan pensil.

Nur Aini mengatakan, Siti Istiqomah sempat down dan berfikir untuk berhenti dan absen mengikuti ujian setelah diberitahu oleh pihak sekolah bahwa ia menjadi satu-satunya peserta UNKP di Kabupaten Demak. Berkat support dan motivasi serta pendampingan dari pihak guru, akhirnya Isti bersedia mengikuti UNKP hingga pelaksanaan hari terakhir. “Sebenarnya ada 2 peserta dari sekolah kami, tetapi yang satu mengundurkan diri dan hal itu sempat membuat shock Isti,” katanya di sela-sela memantau Isti.

Dikatakan, hari-hari pertama mengikuti UNKP bagi Isti terasa sangat berat dan berpengaruh kepada psikologinya. Hal itu sempat membuat was-was terutama dari pihak sekolah. Sehingga setiap harinya, guru-guru dari SMK Al Kautsariyyah secara bergantian memantau dan memberi dukungan moril kepadanya. “Syukurlah, kepercayaan dirinya selalu meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Guru pendamping lainnya, Lilis sangat bangga dengan pencapaian Isti, meskipun terkait hasil masih harus terus menunggu. Disisi lain juga sangat menyayangkan peserta UNKP lain yang justru mengundurkan diri menjelang pelaksanaan ujian nasional. Proses dan perjuangan yang dilakukan oleh guru dan pihak yayasan sudah sangat maksimal, meskipun pada akhirnya gagal menjadi peserta UNBK. “Kita sudah mencoba semaksimal mungkin hingga ke tingkat provinsi, tetapi menjelang akhir sistem trouble hingga akhirnya kedua siswa kami terpaksa mengikuti UNKP,” terangnya.

Meskipun demikian, Isti bukan menjadi satu-satunya peserta UNKP di Jateng. Selain di Kabupaten Demak, adapula peserta UNKP yang berasal dari Kabupaten Wonogiri. “Hingga pada akhirnya, kami diberi izin dari dinas terkait untuk mengikuti UNKP karena ada juga peserta UNKP dari Wonogiri,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Bhakti Nusantara, Margiono, mengatakan meskipun ditempatnya ada peserta UNKP tetapi pelaksanaanya seperti dengan pelaksanaan UNBK. Yaitu masing-masing ruangan diawasi oleh 2 orang pengawas. Selain diinduki SMK Al Kautsariyyah, di sekolah tersebut juga menjadi induk bagi SMK Al Mahera Pucang gading. “Kami juga diinduki dari SMK Al Mahera, bedanya mereka adalah peserta UNBK bukan UNKP,” ungkapnya. (mg28/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here