32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Waspadai Cuaca Ekstrem Sepanjang April

KENDAL—Ancaman angin putting beliung masih menjadi ancaman warga Kendal sepanjang April ini. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mengimbau warga supaya waspada.

Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatoloi Geofisika (BMKG) Semarang, jika cuaca di Jateng secara umum masih berpotensi hujan dan angin puting beliung. Bahkan hujan lebat pun masih bisa terjadi di sejumlah daerah di Jateng termasuk Kendal selama pergantian musim penghujan ke musim kemarau ini.

“Makanya, kami mengimbau pada  seluruh masyarakat Kendal untuk  waspada jika terjadi  hujan lebat dengan awan hitam yang menggumpal ada area tertentu saja. Sebab kondisi seperti itu sangat berpotensi  hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir, longsor dan  juga angin puting beliung,” ujarnya, kemarin.

Di kendal ada beberapa titik daerah rawan potensi  banjir dan longsor. Daerah rawan banjir ada di sembilan  titik, yakni Kecamatan  Kendal, Kaliwungu, Ngampel, Patebon, Cepiring, Kangkung, Weleri, Rowosari dan Brangsong. “Sembilan kecamatan selama ini yang sangat berpotensi banjir jika  turun hujan lebat,” bebernya.

Sedangkan, untuk  daerah rawan longsor ada 7 kecamatan. Yakni Kecamatan Plantungan, Patean, Limbangan, Singorojo, Sukorejo, Pageruyung dan Kaliwungu Selatan.

“Berdasarkan  informasi dari  BMKG Semarang cuaca ekstrem di perkirakan  sampai pertengahan  April ini. Untuk itu kami mengimbau pada masyarakat kendal terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor untuk waspada,” pintanya.

Sosialisasi pada  daerah rawan  banjir dan longsor diakuinya terus di lakukan. Terutaa melalui kepala desa masing masing wilayah. Selain itu  BPBD  juga akan  membentuk  sekolah  tanggap bencana, dimana pesertanya adalah relawan dan masyarakat. “Kami menyebutnya sekolah laut. Ini tidak seperti sekolah formal. Pesertanya relawan dan masyarakat akan kami latih  cara  menangani bencana  banjir dan longsor,”  jelas Sigit

Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Semarang, Reni Kraningtyas menyampaikan bahwa cuaca ekstrem akan berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Termasuk Kota Semarang, Kendal dan sekitar. “Peluang hujan lebat masih akan terus terjadi, hal ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan antara laut dan daratan,” jelas Reni.

Selain itu, intensitas hujan akan lebih banyak  terjadi di daerah Jawa Tengah bagian selatan ataupun dataran tinggi.  “Potensi puting beliung akan terjadi sampai April nanti dan bisa terjadi di semua daerah yang ada di Jawa Tengah,” pungkasnya. (bud/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here